Skip to content

Seruan Jaahiliyyah

24 January 2012

Jaahiliyyah itu identik dengan primitif. Jaahiliyyah itu adalah kebodohan. Jaahiliyyah itu adalah ketertinggalan. Bahkan Jaahiliyyah itu adalah kekufuran dan kesyirikan.

Jika manusia mengetahui dan menyadari hakekat tersebut, manusia akan lari dari Jaahiliyyah ini, seperti larinya menjangan dikejar singa. Namun sayangnya, Jaahiliyyah ini menjangkit bisa jadi bukan hanya orang yang bodoh (jaahil), tidak sekolah, tinggal di pedesaan; dan juga justru sebaliknya mereka yang terjangkit adalah orang-orang yang pandai, tinggi strata akademisnya, bahkan tinggi status sosialnya, bahkan bermegah-megahan dalam hidupnya di kota-kota besar yang “maju”.

Mereka tidak sedikit yang justru masih bergelimang, bukan dalam peradabannya, tetapi yang lebih penting dari itu adalah dalam keyakinan, dalam sikap, dalam perilaku, moralitas, paradigma berfikir; dan karakter mereka yang justru membuat abadinya kejaahiliyyahan ini.

Diantara yang akan kita soroti adalah perkara TA’ASHSHUB, perkara HIZBIYYAH, perkara TAQLID yang membuat mereka menjadi inklusif, eksklusif dan akhirnya ghuruur, atau bangga diri, merasa bahwa dia lah yang lebih layak, lebih selamat, lebih benar, lebih mampu dan lebih…..

Tidak sedikit orang yang tidak mau menerima pendapat orang lain, masukan dari orang lain, mendengar dari Ustadz lain yang bukan dari kelompoknya / majelis ta’limnya ataupun jamaa’ahnya; walaupun kalau saja mereka dengar atau mereka terima perbedaan itu hanyalah pada bahan bajunya atau sorbannya atau sarungnya atau kendaraannya dan sejenis itu.

Karena SELAMA LANDASANNYA SAMA, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah yang Shohiihah, berdasarkan pemahaman dan pola pemahaman para Pendahulu Umat yang Shoolih dan para Imaam yang mu’tabar, dan dengan ‘Aqiidah yang sama yaitu mengacu pada ‘Aqiidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, Fiqihnya juga adalah Fiqih Imaam Madzab yang Empat atau sejenisnya; maka semestinya tidak menghalangi seseorang untuk mendengar dan menerima kebenaran walaupun bisa jadi itu dari orang yang tidak disukainya.

Simaklah audio Khutbah Jum’at yang satu ini.

Download:

Seruan Jaahiliyyah

2 Comments leave one →
  1. 24 January 2012 1:28 pm

    Mohon bisa selalu share

    • 24 January 2012 4:12 pm

      Silakan saja… semoga senantiasa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua…. Barokalloohu fiika

Leave a Reply to Sri Cahyono Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> bloggers like this: