TEXT Romadhon 1447 H: Ngaji Sambil Ngabuburit – “Cinta Nabi”

Silsilah: “66 HADITS TENTANG “TAQWA”“
Oleh: Dr. Achmad Rofi’i, Lc.M.M.Pd.
Edisi: 001/ 01091447 – 19022026
MENCINTAI NABI ADALAH KEWAJIBAN MUSLIM (#1)
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ [التوبة: 24]
“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allōh dan Rosũl-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allōh memberikan keputusan-Nya.” Dan Allōh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fãsiq.”
(QS. At-Taubah/9: 24)
قال محمد بن جرير الطبري (224 – 310 هـ): أَحَبَّ إِلَيْكُمْ} مِن الهجرةِ إلى اللهِ ورسولِه، مِن دارِ الشِّرْكِ، ومِن جهادٍ في سبيلِه، يعني: في نُصْرِة دينِ اللهِ الذي ارتَضاه
Al-Imam Muhammad bin Jarĩr ath-Thobari رحمه الله (224–310 H) berkata: “(Lebih kamu cintai) daripada berhijrah kepada Allōh dan Rosũl-Nya, dari negeri syirik, dan daripada berjihad di jalan-Nya, yaitu dalam menolong agama Allōh yang telah Dia ridhoi.”[1]
[1] Muhammad bin Jarĩr ath-Thobari (224–310 H), Tafsĩr ath-Thobari, (11/ 384).
*******o0o*******
Silsilah: “66 HADITS TENTANG “TAQWA”“
Oleh: Dr. Achmad Rofi’i, Lc.M.M.Pd.
Edisi: 002/ 01091447 – 19022026
MENCINTAI NABI ADALAH KEWAJIBAN MUSLIM (#2)
عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ». متفق عليه
Dari Anas رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Tiga perkara, siapa yang memilikinya, ia akan merasakan manisnya iman: (1) Allōh dan Rosũl-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya; (2) Ia mencintai seseorang dan tidak mencintainya kecuali karena Allōh; (3) Ia membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia membenci dilemparkan ke dalam api neraka.”
(Muttafaqqun ‘alaihi[1])
[1] Shohĩh Al-Bukhōry, Bab tentang “Manisnya Iman”, (1/12), no: 16; Bab tentang“Orang yang Membenci Kembali kepada Kekufuran sebagaimana Ia Benci Dilemparkan kedalam Api Neraka, Termasuk dari (Kesempurnaan) Iman”, (1/13), no: 21; Bab tentang“Cinta karena Allōh”, (8/14), no: 6041; dan Bab tentang“Orang yang Memilih Dipukul, Dibunuh, dan Dihinakan daripada (Kembali kepada) Kekufuran” (9/20), no: 6941; dan Shohĩh Muslim, Bab tentang“Penjelasan tentang Sifat-Sifat yang Jika Seseorang Memilikinya, Ia Akan Mendapatkan Manisnya Iman”, (1/ 66, tahqiq ‘Abdul Baqi), no: 43.
*******o0o*******
