Skip to content

Televisi Ganggu Perkembangan Otak Anak

3 June 2010

TELEVISI GANGGU PERKEMBANGAN OTAK ANAK

19 Jan 2008,
Dampak buruk televisi bagi anak kian diyakini oleh para pakar kesehatan. Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa televisi secara mendasar tidak baik bagi perkembangan otak bayi. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah dokter spesialis yang dimuat dalam majalah kedokteran di Jerman, Neu Isenburg, awal pekan ini.
Bahkan, acara khusus televisi dan DVD rancangan khusus bagi bayi yang mengklaim dapat meningkatkan perkembangan otak secara nyata lebih membawa pengaruh buruk bagi perkembangan otak bayi,” Demikian pernyataan dokter ahli yang dimuat dalam majalah tersebut. Bayi, lanjutnya, mengalami gangguan


‘belajar’ akibat televisi, demikian laporan ilmuwan yang mengacu kepada daya kerja otak yang merupakan penelitian Profesor Manfred Spitzer dari Ulm ini.
Menurut Manfred Spitzer, bayi tak dapat memproses rangkaian dari tampilan benda maupun suara dari televisi. Spitzer mengatakan bahwa dalam satu penelitian di Amerika Serikat, sekelompok bayi yang memiliki kisaran umur sembilan hingga 12 bulan dibacakan cerita dalam bahasa Cina. Sementara, sekelompok bayi lainnya mendengarkan cerita yang sama dari sebuah televisi.
Bayi-bayi dari kelompok pertama dalam waktu dua bulan berselang dapat mengenali suara dalam bahasa Cina. Namun, kelompok dua yang melulu hanya mendengarkan dan melihat tampilan layar di televisi tidak mempelajari apa pun dari yang dilihatkan di televisi.
Dampak buruk televisi ternyata tak hanya sampai di situ saja. Para peneliti otak mengatakan bahwa letak televisi yang salah dapat berbahaya apabila seorang dewasa membacakan cerita bagi bayinya.
Satu penelitian lainnya melibatkan 1.000 keluarga yang memiliki bayi dengan kisaran usia delapan bulan hingga 16 bulan. Kesimpulannya, jika bayi secara berkala dibacakan cerita, maka anak-anak tersebut mengenali atau mengetahui jumlah kata delapan persen lebih banyak dari rata-rata. Sebaliknya, jumlah perbendaharaan kata anak-anak yang banyak melihat acara “Baby TV” atau DVD yang khusus diperuntukkan bagi bayi adalah 20 persen lebih rendah dari jumlah kata yang dimiliki anak-anak secara rata-rata.
(sumber: Republika/Antara)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: