Skip to content

Keluarga Sakiinah

15 July 2010

Jika kita mendengar seseorang melangsungkan aqad pernikahan maka nyaris terngiang pada telinga kita, kata sakiinah, mawaddah, warrohmah. Akan tetapi apa yang menjadi indikator bagaimana kiat kongkrit mewujudkannya, apa rintangan yang mungkin menghadang, termasuk bagaimana Islam memberikan bimbingan agar permasalahan yang mengganggu dan merintangi terwujudnya sakiinah mawaddah warrohmah itu dapat teratasi. Tentu tidak dapat disangkal lagi bahwa setiap orang memimpikan kondisi hidup berumah tangga yang penuh dengan sakiinah mawaddah warrohmah. Akan tetapi tanpa ilmu dan bimbingan yang benar, dan tanpa adanya kekompakan, kesepahaman dan keterbukaan antara suami istri maka impian itu tak akan berubah dari sekedar impian. Berikut, dengarkan dan simak lah audio ceramah yang satu ini. Semoga bermanfaat.

Download:

1. Keluarga Sakiinah, Bagian-1

2. Keluarga Sakiinah, Bagian-2

3. Keluarga Sakiinah, Bagian-3

2 Comments leave one →
  1. Tri permalink
    15 July 2010 6:53 am

    Assalamu’alaikum ustadz, mau tanya, kalo setelah ruku tangan kita bersedekap atau tidak, syukron (dari Tri di Buaran)

    • 20 July 2010 5:34 pm

      Wa ‘alaikumussalaam, yang lebih dekat kepada pemahaman hadits yang shohiih adalah tangan kembali bersedekap ke dada, dan tidak menggantung, sebagaimana yang demikian itu difatwakan oleh Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baaz

Leave a Reply to Tri Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: