TEXT: Hari-Harimu bersama Rosũlullōh

Silsilah: HARI-HARIMU BERSAMA ROSŪLULLÕH
Oleh: Dr. Achmad Rofi’i
Edisi: 001/11081446 -10022025
JANGANLAN ENGKAU TERMASUK ORANG YANG BERPAKAIAN DI DUNIA, TETAPI TELANJANG DI AKHIRAT
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ لَيْلَةً، فَقَالَ: «سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الفِتْنَةِ، مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الخَزَائِنِ، مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الحُجُرَاتِ؟ يَا رُبَّ كَاسِيَةٍ فِي الدُّنْيَا عَارِيَةٍ فِي الآخِرَةِ» رواه البخاري
Dari Ummu Salamah rodhiyallōhu ‘anha, bahwa Nabi shollallōhu ‘alaihi wasallam terbangun pada suatu malam, lalu beliau bersabda: “Subhãnallōh! Betapa banyak fitnah yang diturunkan malam ini, dan betapa banyak pula perbendaharaan (rahmat) yang diturunkan. Siapa yang akan membangunkan para penghuni kamar-kamar (istri-istri Nabi shollallōhu ‘alaihi wasallam untuk sholat)? Wahai, betapa banyak orang yang berpakaian di dunia, tetapi telanjang di akhirat.”
(HR. Al-Bukhōry, no. 1126, 5824 dan 7096)
Read more…TEXT: Orang Dzōlim menurut Al-Qur’ãn
(Resume Ceramah BM 12102024 – BM 14122024)
ORANG DZÕLIM (MENURUT AL-QUR’AN)
Oleh: Ustadz Dr. Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allōh سبحانه وتعالى,
Kita masih melanjutkan rangkaian kajian yang berkaitan dengan Bab. Pemadam Iman, dan kali ini kita akan membahas tentang “Bahaya Kedzōliman” serta siapa sajakah “Orang yang Dzōlim menurut Al-Qur’an”; agar kita dapat mewaspadainya serta menghindarinya demi kebaikan kita semua di dunia maupun di Akherat kelak.
“Bahaya Kedzōliman” ini akan kita bahas dalam 7 bagian, yakni: 1) Definisi “Dzulm” (Kedzōliman); 2) Kata “Dzulm” di dalam Al-Qur’an; 3) Muqoddimah Bahaya “Dzulm” (Kedzōliman); 4) Ancaman Allōh Bagi Orang-Orang yang Dzōlim; 5) Apa sajakah Perbuatan Orang-Orang Dzōlim; 6) Kiat Mengatasi Sikap “Dzulm”; 7) Bagaimana Menyikapi Orang-Orang Dzōlim.
Read more…VIDEO: Marhalah Kehidupan – “5-i”
TEXT: ‘Ashiyũn / Pelaku Maksiat (menurut Al-Qur’ãn)
(Resume Ceramah BM 28092024)
‘ASHIYŪN / PELAKU MAKSIAT (MENURUT AL-QUR’AN)
Oleh: Ustadz Dr. Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allōh سبحانه وتعالى,
Kali ini kita masih meneruskan rangkaian kajian yang berkaitan dengan Bab. Pemadam Iman, dan sebagaimana di pertemuan lalu, maka telah dijelaskan bagan tentang “Orientasi Hidup Manusia (– Manusia dan Akibat dari Pilihan Hidupnya –)”. Sedikit kita ulang penjelasan bagan tersebut adalah sebagai berikut:
Read more…TEXT: Orang Mujrimũn & Fãjirũn (menurut Al-Qur’an)
(Resume Ceramah BM 10082024 & BM 14092024)
MUJRIMŪN & FĀJIRŪN (MENURUT AL-QUR’AN)
Oleh: Ustadz Dr. Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allōh سبحانه وتعالى,
Hendaknya kita sadar bahwa sebagai makhluq ciptaan Allōh سبحانه وتعالى, sebagai hamba Allōh سبحانه وتعالى, maka kita diberi pilihan oleh Allōh سبحانه وتعالى ketika kita menjalani kehidupan di dunia yang fanaini, yang semua pilihan itu adalah ujian semata-mata dan akan berdampak kelak di Hari Akherat (yang merupakan hari pertanggungan jawab kepada Allōh سبحانه وتعالى atas segala pilihan hidup kita di dunia ini).
Maka “orang yang cerdas” adalah orang yang berjuang untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan abadi di Hari Akherat setelah kematiannya yang merupakan Hasil dari pilihan-pilihan hidupnya manakala ia dihadapkan pada ujian-ujian Allōh selama di dunia. Kalau pilihannya Benar (sesuai tuntunan Allōh سبحانه وتعالى dan Rosũl-Nya صلى الله عليه وسلم), maka selamatlah dirinya; namun manakala pilihan-pilihan hidupnya keliru (mengikuti Hawa Nafsu nya belaka, mengikuti para thoghut / apa saja yang diibadahi dan disembah selain Allōh) maka jadilah ia orang yang merugi dan terancam berhak atas adzab Allōh di Hari Akherat kelak.
Read more…TEXT: Orang Fãsiq (Menurut Al-Qur’an)
Resume Ceramah BM 22062024)
ORANG FĀSIQ (MENURUT AL-QUR’AN)
Oleh: Ustadz Dr. Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allōh سبحانه وتعالى,
Setelah rangkaian kajian kita berkenaan perkara Islam – Iman – Ihsan selesai dibahas, maka kali ini sampailah kita pada bahasan berikutnya yakni berkenaan dengan Bab Pemadam Iman. Pada Bab. Pemadam Iman, akan banyak kita temui kata-kata sebagaimana berikut ini di dalam Al-Qur’anul Karim: 1) Fusũq (Kefasikan); 2) Ma’shiyah (Perbuatan Maksiat pada Allōh); 3) Ishyãn (Perbuatan Durhaka pada Allōh); 4) Dzulm (Kedzoliman); 5) Nifãq (Kemunafikan); 6) Fujũr (Keburukan / Perbuatan Dosa); 7) Dholãl / Buthlan (Kesesatan); 8) Jarĩmah (Perbuatan Dosa); 9) Riddah (Murtad); 10) Bid’ah (Perkara Agama yang Diada-adakan); 11) Kufur (Kekufuran); 12) Syirik (Kesyirikan); 13) Ilhad (Menyeleweng); 14) Ingkar.
Kita perkenalkan dan gunakan kata-kata dalam bahasa Arab nya ini agar telinga kita terbiasa ketika mendengar Al-Qur’anul Karim dibacakan, dan bila menemui kata-kata diatas dalam ayat-ayat Al-Qur’an, maka minimal kita bisa memahaminya. Dan kali ini, kita akan membahas “Fusũq (Perbuatan Kefasikan) /فسوق); sedangkan “Orang yang berbuat Kefasikan” disebut: “Fãsiq” (فاسق); dan bila orang yang berbuat Kefasikan berjumlah banyak maka jamaknya disebut “Fãsiqun” (فاسقون).
Read more…TEXT: “Dholãl” (Orang yang Sesat) menurut Al-Qur’an
(Resume Ceramah BM 13072024)
DHOLAL (ORANG SESAT MENURUT AL-QUR’AN)
Oleh: Ustadz Dr. Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allōh سبحانه وتعالى,
Setelah mengkaji perkara Islam – Iman – Ihsan secara berurutan dalam kurun waktu yang sekian lamanya, maka kita kali ini telah sampai pada pembahasan yang berkenaan dengan Bab Pemadam Iman; dimana Bab ini haruslah disikapi bahasannya dengan hati-hati (terutama di dalam kehidupan sehari-hari), agar janganlah sampai kita terjatuh kedalamnya yang dapat berujung pada kemurkaan Allōh سبحانه وتعالى.
Dalam Bab Pemadam Iman, kita pekan ini akan membahas tentang “Dholãl” (kesesatan); dimana seorang manusia dapat tersesat disebabkan oleh 2 hal: 1) Keyakinannya yang Menyimpang; dan 2) Praktek Hidupnya yang Keliru / Menyimpang, yang jauh dari Tuntunan Allōh dan Rosũl-Nya صلى الله عليه وسلم.
Kita akan membahas “dholãl (kesesatan)” ini dalam 2 bahasan, yakni: 1) Dari sisi Pengertian “dholãl” menurut Al-Qur’an; dan 2) Dari sisi Penyebab “dholãl” menurut Al-Qur’an. Adapun akibat “dholãl (sesat)” itu pastilah berujung kerugian dan kemurkaan Allōh سبحانه وتعالى (dijelaskan pada Bahasan ke-3), lalu bagaimana agar terhindar dari tergolong “dholãl (sesat)” adalah pada Bahasan ke-4.
Read more…
Waktu demi waktu, Jam demi jam, menit demi menit, dan detik demi detik kehidupan kita berlalu.….
Mari kita luruskan hidup kita, agar menjadi keberuntungan…..
Hendaknya kita kaum Muslimin sadar sesadar-sadarnya bahwa begitu banyak perkara melalaikan yang di Akhir Zaman ini terus dipromosikan dan digulirkan di berbagai sektor kehidupan kita. Sehingga diri kita lah yang harus dapat me-“manage” kehidupan kita dengan sebaik-baiknya, agar janganlah kita menjadi orang yang merugi baik di dunia maupun di Hari Akherat kelak.
Janganlah pula kita meninggalkan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar, karena di fase era kehidupan kita saat ini begitu banyak kemungkaran yang tersebar di masyarakat, sehingga “tak cukup bila terus-menerus memilih hanya untuk diingkari dengan hati“; karena yang seperti itu tidaklah akan memperkecil kemungkaran tersebut. Namun berusahalah untuk Amar Ma’ruf Nahi Mmunkar secara aktif, agar doa-doa kaum Muslimin pun tidak tertolak akibat mengabaikan perintah Alloh tersebut.
Marilah kita simak Khutbah ‘Iedul Adha 1445 H berikut ini, semoga bermanfaat !
Read more…VIDEO Kultum Romadhon 1445 H: “Menggapai Rohmat Alloh”

Sungguh manusia sebagai hamba Allōh Subhãnahu Wa Ta’ãlã yang lemah ini, sangatlah butuh akan rohmat dari sang Pencipta dirinya maupun segenap alam semesta ini. Di bulan yang mulia, bulan Romadhōn tahun 1445 Hijriyyah, kita akan men-“charge” hati dan jiwa raga kita dengan untaian kultum seputar berbagai tips untuk “Menggapai Rohmat Allōh“; yang dengannya kita berharap kebajikan tak hanya di dunia ini, namun juga di akherat kelak.
Selamat menyimak !
Read more…




