Skip to content

Bahaya “Jaringan Islam Liberal (JIL)” Bagian-2

8 April 2011

BAHAYA “JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)” (BAGIAN-2)

III. LIBERALISASI ISLAM DI INDONESIA

Ide sekularisasi Islam di Indonesia pertama kali digulirkan oleh Nurcholish Madjid pada 3 Januari 1970. Idenya itu diadopsi dari pemikiran Harvey Cox dengan bukunya yang terkenal berjudul The Secular City. Nurcholish mungkin tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah bagaikan membuka sebuah kotak pandora. Saat kotak itu terbuka, maka terjadilah peristiwa-peristiwa tragis yang susul-menyusul dan berlangsung secara liar, sulit dikendalikan lagi, hingga kini. Read more…

Bahaya “Jaringan Islam Liberal (JIL)” Bagian-1

8 April 2011

BAHAYA “JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)” (BAGIAN-1)

 

I. SIAPA JARINGAN ISLAM LIBERAL

    A. Latar Belakang Lahirnya Jaringan Islam Liberal

    Istilah Islam Liberal disusun dari dua kata, yaitu Islam dan Liberal.

    Islam maksudnya adalah dienul Islam, yang diturunkan oleh Allooh سبحانه وتعالى kepada Muhammad صلى الله عليه وسلم. Dan Liberal artinya adalah kebebasan.

    Setelah dua kata ini disusun, kata Liberal berfungsi sebagai keterangan terhadap Islam, sehingga  secara singkat bisa dikatakan Islam yang  Liberal atau Bebas. Read more…

    Tanaman Obat Keluarga (Bagian-5)

    3 April 2011

    TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) Bagian-5

    Seorang muslim, disamping lurus aqidahnya, ibadahnya maupun amalan-amalannya sesuai aturan Allooh سبحانه وتعالى dan mengikuti tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga hendaknya memelihara kesehatan tubuhnya yang merupakan anugrah Allooh سبحانه وتعالى tersebut dengan apa-apa yang halal dan thoyyib. Read more…

    Mengapa 13 dianggap Angka Sial

    2 April 2011

    MENGAPA 13 DIANGGAP ANGKA SIAL


    Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak. Read more…

    AUDIO: Menyikapi Perpecahan (Iftirooq) & Perselisihan Ummat Islam (Ikhtilaaf)

    26 March 2011

    Perpecahan Ummat Islam adalah sesuatu hal yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Sunnatullooh. Terlebih lagi bahwa Ummat Islam ini akan mengalami seperti apa yang dialami oleh orang-orang Yahudi dan Nashroni. Oleh karena itu, Perpecahan Ummat (Iftirooq) ini, dari tinjauan lain, adalah merupakan Tasyabbuh (mengikuti) mereka, orang-orang Yahudi dan Nashroni.

    Yang harus diketahui, diyakini dan disikapi dengan baik, seharusnya serta sebenarnya adalah, bahwa Kaum Muslimin hendaknya:
    1. Membenarkan bahwa Ummat terdahulu telah terpecah belah menjadi sekian banyak golongan
    2. Membenarkan bahwa Ummat Islam pun akan menjadi terpecah belah menjadi 73 golongan, seperti yang telah disinyalir oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
    3. Meyakini bahwa Ummat Islam pun akan menyerupai ummat-ummat terdahulu, yaitu orang-orang Yahudi dan Nashroni
    4. Betapa pun hal yang tercantum pada no: 1, 2 dan 3 diatas; kita harus mematuhi dan menepati apa yang menjadi perintah dan anjuran Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yaitu tetap berpegang teguh dengan As Sunnah dan Al Jamaa’ah, serta tidak berpecah dan berpisah darinya. Karena kita disuruh untuk patuh pada perintah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, dan menjauh dari apa yang menjadi larangan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Sedangkan, Allooh سبحانه وتعالى memerintahkan kita, agar kita bersatu diatas Al Haq, tidak boleh berpecah-belah dan bercerai berai.

    Namun ada sebagian kaum Muslimin yang kurang mendalami dan memahami makna perbedaan antara Perpecahan (Iftirooq) dan Perselisihan (Ikhtilaaf), sehingga mereka itu menyikapi Perselisihan (Ikhtilaaf) dengan menggunakan sikap yang porsinya adalah untuk menyikapi Perpecahan (Iftirooq). Dan sebaliknya, menyikapi Perpecahan (Iftirooq) dengan porsi sikap yang sebenarnya adalah untuk menyikapi Perselisihan (Ikhtilaaf). Antara lain dalam hal ini adalah sikap mereka terhadap masalah ORGANISASI. Read more…

    Tanda-Tanda Hari Kiamat (Bagian-3)

    23 March 2011

    (Transkrip Ceramah AQI 210108)

    TANDA-TANDA HARI KIAMAT (BAGIAN-3)

    Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.

    بسم الله الرحمن الرحيم

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,

    Bahasan kali ini adalah merupakan kelanjutan dari bahasan beberapa waktu lalu, yaitu berkenaan dengan masalah “Iman kepada Hari Akhir / Hari Kiamat”. Dan kita sudah membahas tentang Tanda-Tanda akan Datangnya Hari Kiamat. Kali ini kita akan membahas satu bab, yaitu berkenaan dengan “Banyaknya Fitnah”. Read more…

    AUDIO: Penyimpangan ‘Aqiidah

    22 March 2011

    Jika manusia memiliki sesuatu, maka biasanya dia akan sedapat mungkin untuk memelihara benda yang dimilikinya itu, agar menjadi awet bahkan selalu terpelihara. Akan tetapi, pola fikir ini tidak setiap orang menerapkannya terhadap dien atau ‘Aqiidah yang diyakininya. Sehingga tidak jarang ‘Aqiidah yang ada itu tidak terpelihara, tidak terpupuk, tidak menjadi kokoh kuat, tidak menjadi bertambah, apalagi menjadi berbuah. Malah justru bisa jadi, yang ada pun menjadi rapuh, bahkan gugur, bahkan ditumbuhi oleh keyakinan-keyakinan lain yang bisa jadi bertolak belakang dengan apa yang diyakini sebelumnya. Read more…

    AUDIO: Pentingnya ‘Aqiidah

    22 March 2011

    Manusia menempatkan dalam hidup dan kehidupan mereka berbagai kepentingan, seperti: makan menjadi penting untuk hidup, sehat adalah penting untuk hidup, materi dan duniawi adalah penting untuk hidup, potensi alam adalah penting untuk hidup dan kehidupan. Akan tetapi, ada satu hal yang tidak boleh luput dari ingatan setiap manusia, terlebih bagi Muslim; yaitu ada perkara yang sangat penting dari yang terpenting, dia adalah ‘Aqiidah. Read more…

    AUDIO: Khuluuf-2

    20 March 2011

    Islam mementingkan sedikit bicara, banyak bekerja; dan bukan sebaliknya yaitu banyak bicara dan sedikit bekerja. Apalagi memalsukan firman Allooh سبحانه وتعالى, sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maupun atas nama Al Islaam.

    Sebagai ummat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, seyogyanya meyakini, membenarkan, mengikuti, membela dan menolong sunnahnya dan ajarannya; dan tidak boleh sebaliknya. Read more…