AUDIO: Ummul Khobaa’its (Induk Kejahatan)
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم demikian menjulukinya: Ummul Khobaa’its, yang artinya adalah Induk Kejahatan. Siapakah dia? Dia adalah Khomr. Khomr adalah apa saja yang menyebabkan fungsi akal menjadi tertutup, tidak lagi dapat berpikir dengan sehat, normal dan wajar.
Khomr adalah sesuatu yang memabukkan dan Khomr adalah Haroom.
Dan sedikit ataupun banyak, jika dia itu memabukkan maka dia adalah Khomr. Read more…
AUDIO: Ajaran Taqiyyah Syi’ah
Muslim diantara ciri khasnya adalah TIDAK BERDUSTA. Demikian dijelaskan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم ketika beliau صلى الله عليه وسلم ditanya tentang, “Apakah Muslim itu berdusta?”
Maka beliau صلى الله عليه وسلم menjawab dengan, “Tidak !”
Bahkan sebagaimana kita ketahui bahwa dusta adalah tanda bahwa pelakunya Munaafiq.
Akan tetapi, wahai Pembaca dan Pendengar yang budiman, berbeda sama sekali, dan tidak ada kedekatannya antara pengikut Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dengan pengikut ‘Abdullooh bin Saba’ Al Yahudi, dimana mereka menamakan dirinya Syi’ah Read more…
AUDIO Al-Munaakahah: Nikah
Islam adalah ajaran rahmatan lil ‘aalamiin.
Islam adalah ajaran yang memahami tentang fithroh manusia.
Islam adalah ajaran yang menjaga kehormatan, keturunan dan terhindarnya manusia dari karakter kebinatangan yang melakukan perkawinan tanpa kaidah Ilahiyyah.
Bahkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم membenci orang yang membujang dan tidak mau menikah padahal ia mampu.
Karena itu di dalam Islam, pernikahan adalah merupakan bab yang khusus dan besar yang mencakup berbagai perkara dari mulai seseorang harus meyakini bahwa pernikahan itu sendiri adalah ibadah hingga dengan berbagai perkaranya seperti mencari pasangan, melamar, melangsungkan aqad nikah, walimah, pergaulan suami istri beserta hak dan kewajiban keduanya, poligami, nafaqoh, pemberian nama anak, pendidikan anak sampai dengan mengatasi masalah yang muncul dalam keluarga yang bisa jadi berakhir pada talaq. Read more…
Kabbala (Sihir), Bagian dari Perilaku Yahudi
(Transkrip Ceramah AQI 261211)
KABBALA (SIHIR), BAGIAN DARI PERILAKU YAHUDI
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Setelah kita mengkaji tentang “Asal-Usul Yahudi” dari mulai zaman Nabi Ibrohim عليه السلام hingga Nabi Sulaiman عليه السلام, maka berikut ini akan kita bahas sekelumit dari apa yang menjadi kegiatan dan menjadi keyakinan ataupun perbuatan dari kaum Yahudi; yang tidaklah mustahil bahwa sayap kegiatannya serta gerakannya telah mulai menyusup kedalam kehidupan kaum Muslimin di Indonesia.
Disampaikannya materi ini adalah dengan harapan agar kaum Muslimin Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, khususnya di Indonesia ini waspada dan hendaknya kita senantiasa bermohon kepada Allooh سبحانه وتعالى agar Allooh سبحانه وتعالى menjauhkan kita dari perkara-perkara yang jahat ini Read more…
AUDIO: Meneladani Generasi Terbaik Ummat
Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. At Taubah ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
Melalui ayat diatas, bisa dipastikan bahwa Shohabat baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor adalah orang yang dijanjikan Allooh سبحانه وتعالى dengan surga, bahkan tidak akan tertinggal siapa pun dari ummat ini hingga akhir zaman, siapa saja diantara mereka yang setia mengikuti Muhajirin dan Anshor maka mereka pun akan menjadi penghuni surga yang kekal didalamnya.
Karena itu bagi siapa saja dari ummat ini yang ingin selamat, yang ingin dimasukkan Alloohسبحانه وتعالى kedalam surganya, maka mereka (Muhajirin dan Anshor) adalah contoh. Contoh yang dimaksud adalah contoh yang paripurna dalam berbagai sisi, baik dalam aqidah, dalam ibadah, dalam akhlaq, dalam mu’amalah, dalam perekonomian, dalam memakmurkan dan mendayagunakan dunia serta seisinya dari mengatur perusahaan individu hingga mengatur negara dalam pandangan Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah maka mereka adalah contoh terbaik.
Di masa yang sudah dipenuhi oleh globalisasi, sekulerisme, pluralisme, universalisme bahkan sampai pada atheisme seperti sekarang ini; maka adalah merupakan suatu idaman jika hidup dan peri kehidupan yang pernah terwujud di masa-masa lalu, utamanya masa manusia terbaik yakni Shohabat, Taabi’iin, Taabi’ut Taabi’iin terlahir kembali menjadi watak dan karakter manusia pada saat ini Read more…
Yaumul Mizan (Hari Penimbangan Amal)
(Transkrip Ceramah AQI 101108)
YAUMUL MIZAN (HARI PENIMBANGAN AMAL)
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,
Setelah pada pekan lalu kita membahas tentang Yaumul Hisãb, maka kali ini kita meneruskan pembahasan tentang Yaumul Mizan, yaitu Hari dimana manusia ditimbang amalannya oleh Allõh سبحانه وتعالى. Al Imãm Al Qurthuby رحمه الله dalam kitab beliau yang berjudul “At Tadzkiroh fi Ahwãlil Mautã wa ‘Umũril Ãkhiroh” (Peringatan Tentang Keadaan Orang Mati dan Perkara-Perkara Akhirat) Juz 1 halaman 402, yaitu Kitab yang khusus berbicara tentang Qiyamah Sughro (Kiamat Kecil) dan Qiyamah Kubro (Kiamat Besar), beliau رحمه الله menukil perkataan para ‘Ulama Ahlus Sunnah bahwa:
قال العلماء : و إذا انقضى الحساب كان بعد وزن الأعمال لأن الوزن للجزاء فينبغي أن يكون بعد المحاسبة فإن المحاسبة لتقدير الأعمال و الوزن لإظهار مقاديرها ليكون الجزاء بحسبها.
Artinya:
“Jika Al Hisãb (perhitungan amalan-amalan seseorang) sudah selesai, maka berikutnya adalah Waznul A’mãl dimana amalan setiap manusia ditimbang. Karena dengan timbangan itu lah kemudian akan ditegakkannya pembalasan Allõh سبحانه وتعالى. Maka Al Mizan adalah setelah Al Hisab, karena Al Hisab adalah untuk menentukan amalan sedangkan Al Mizan adalah untuk menampakkan kadarnya agar pembalasan menjadi sesuai.”
AUDIO: Berlindung dari 4 Perkara
Islam memang ajaran Allooh سبحانه وتعالى untuk segenap manusia hingga akhir zaman yang paripurna. Seluruh apa yang dibutuhkan manusia, Allooh سبحانه وتعالى sudah persiapkan sedemikian rupa. Semua itu untuk kebaikan dan keselamatan manusia.
Tidak ada perkara yang baik yang menyebabkan mereka beruntung kecuali Allooh سبحانه وتعالى tunjukkan resepnya. Juga tidak ada semua keburukan kecuali Allooh سبحانه وتعالى telah beri peringatan dan larangan.
Seperti 4 perkara yang akan anda simak dalam audio ceramah berikut ini, adalah 4 perkara dari sekian banyak hal yang Allooh سبحانه وتعالى jelaskan bahwa semua itu akan menjerumuskan dan mencelakakan dan karenanya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tidak sekedar memberitahukan akan bahayanya, akan tetapi Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم ajarkan kepada ummatnya agar mereka memohon perlindungan kepada Alloohسبحانه وتعالى dari perkara-perkara yang menyesatkan dan membahayakan. Read more…
‘Aqiiqoh, Makna dan Hikmahnya
‘AQIIQOH, MAKNA DAN HIKMAHNYA
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ikhwan dan akhwat, jamaa’ah muslimin رحمكم الله,
Bersyukur senantiasa kita panjatkan kepada Allooh Robbul ‘Aalamiin yang telah menetapkan kita semua sebagai ummat Muhammad صلى الله عليه وسلم.
Salah seorang jamaa’ah telah meminta pada saya untuk menuliskan baginya secara ringkas dan praktis tentang perkara yang bertalian dengan ‘Aqiiqoh, sehubungan dengan kelahiran salah seorang putranya, maka berikut ini adalah sekelumit tentang perkara yang bertalian dengan ‘Aqiiqoh atas kelahiran seorang anak. Read more…
AUDIO: Fatwa Para Imaam Ahlus Sunnah tentang Roofidhoh
Jika sesuatu itu adalah Pokok (Ushuul) dalam Islam, jika sesuatu itu adalah ‘Aqiidah dan bukan Fiqih, jika sesuatu itu berkenaan dengan Sesat atau Selamat, Gelap atau Terang, maka setiap Muslim hendaknya sensitif sebagaimana kita temui sensitifnya alarm pada mobil yang orang miliki, dimana dia akan segera berteriak, berbunyi nyaring ketika sekedar hanya angin menghempasnya.
Atau jika seorang alergi, maka sekedar debu yang masuk ke hidungnya maka dia akan segera bersin sebagai ungkapan bahwa ada sesuatu “Yang Baru”, yang tidak ladzim; apalagi sesuatu yang sesat dan menyesatkan. Read more…




