Skip to content

AUDIO: Sendi Akhlaq yang Mulia

22 September 2018

Eksistensi dari manusia yang terpenting adalah antara lain etika dan moralitasnya. Hal itu bisa dipastikan menjadi pembeda antara manusia dan bukan manusia. Karena jati diri manusia itu adalah akhlak yang mulia.

Jika syaithõn itu karakter yang merekat padanya adalah penentangan dan ma’shiyat serta makar; maka Muslim tidaklah demikian….
Jika hewan ternak hidupnya melulu adalah syahwat; maka manusia apalagi Muslim adalah diatas itu….
Jika binatang buas ciri khasnya adalah memangsa dan memperdaya; maka Muslim bukanlah seperti itu…..

Kalaulah demikian…
Perilaku apa yang menyematkan bahwa dia adalah manusia dan dia adalah Muslim? Read more…

AUDIO: Shibghotullõh (Celupan Allõh)

22 August 2018

Budaya itu warna dan citra. Seseorang dapat dikenal dengan budayanya. Di dunia ini banyak sekali budaya, bahkan mungkin tidak terhitung; karena bisa jadi setiap orang, bahkan keluarga juga punya budaya sendiri-sendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Gaya berpikir itu budaya, bermata pencaharian itu budaya, lalu ada budaya berestetika, budaya mengatasi masalah, budaya bersenang-senang, budaya mengatasi rasa sedih, dan lain sebagainya.

Yang harus diingat bahwa ISLAM BUKAN BUDAYA, dan BUDAYA BELUM TENTU ISLAM ! Read more…

AUDIO: Krisis Loyalitas

19 August 2018

Sesungguhnya sesuatu yang sangat prinsip yang seharusnya ada pada setiap muslim adalah bahwa dia telah berikrar dengan dua kalimat syahadat, yang diantaranya ialah ia bersaksi bahwasanya tidak ada yang benar yang berhak untuk diibadahi, kecuali hanyalah Allõh سبحانه وتعالى. Ini berarti bahwa ia meyakini hanya Allõh سبحانه وتعالى lah yang berhak menjadi Tuhannya dan hanya Allõh سبحانه وتعالى pula lah Dzat yang berhak dia mempersembahkan segenap penghambaannya.

Dengan syahadatnya itu pula berarti ia menyatakan bahwa selain Allõh سبحانه وتعالى itu tidak berhak untuk menjadi Tuhannya, dan segala persembahannya kepadanya dinyatakan tidak benar dan syirik. Read more…

Hari ‘Arofah Mengikuti Wukuf di ‘Arofah

18 August 2018

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PERNYATAAN SIKAP
Nomor: 01-3918/SKP/P-An-Najat/2018

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد

Berkaitan dengan banyaknya pertanyaan dan saran yang masuk kepada kami yang menuntut kami untuk menyatakan sikap berkenaan dengan penentuan hari ‘Arofah dan ‘Idul Adha pada tahun 1439 Hijriyah / 2018 Masehi. Maka :

Menimbang:

1. Diantara bukti rahmat Allõh سبحانه وتعالى adalah bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah memilihkan untuk hamba-Nya waktu-waktu yang memiliki keutamaan dibanding dengan waktu lainnya (QS. al-Qoshosh/28: 68), agar digunakan untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (QS. al-Baqoroh/2: 148).

2. Bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah memilih 10 hari dari bulan Dzulhijjah sebagai hari yang sangat utama untuk beramal shõlih. Bahkan pada 10 hari ini adalah lebih utama dari berjihad di jalan Allõh, sebagaimana sabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallõhu ‘anhu, “Telah bersabda Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, “Tidaklah ada hari-hari dimana seorang hamba beribadah kepada Allõh didalamnya yang lebih Allõh cintai dari (ibadah) pada 10 hari ini.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rosũlullõh, betapapun dengan berjihad di jalan Allõh?” Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم menjawab, ” Betapapun berjihad di jalan Allõh, kecuali seseorang yang keluar (dari rumahnya) dengan membawa nyawanya dan hartanya kemudian tidak kembali dari semua itu sesuatupun.” (HR. Abu Dãwud, at-Turmudzi dan Ibnu Mãjah dari ‘Abdullõh bin ‘Abbas rodhiyallõhu ‘anhu)[1] ; dan juga yang merupakan bagian dari 4 bulan yang diharomkan oleh Allõh سبحانه وتعالى dari 12 bulan dalam setahun (QS. at-Taubah/9: 36). Read more…

AUDIO: Mereka Berkata: “Sembelihlah Islam dengan Pisau Islam”

6 May 2018

Setiap Risalah yang berasal dari Allõh سبحانه وتعالى dan kemudian disampaikan dan diserukan oleh para Nabi kepada ummatnya tak terkecuali Rosũlullõh Muhammad صلى الله عليه وسلم senantiasa menemui penentangan, penghalangan dan permusuhan. Padahal Risalah dan yang menyampaikan Risalah tidak lain merupakan wujud rahmat Allõh سبحانه وتعالى kepada manusia, agar manusia selamat dan bahagia di dunia dan di akherat nanti. Sedemikian rupa permusuhan dan penentangan ummat ini sehingga upaya mematikan dan memadamkan Cahaya-Nya tak pernah akan berhenti, dari zaman dahulu kala hingga akhir zaman kelak; baik dari kalangan Barat maupun Timur, baik dari kalangan Utara maupun Selatan. Maka patutlah sebagai seorang muslim untuk mengetahui dan menyadari serta mewaspadainya. Read more…

AUDIO: Ibroh dari Siroh Nabawiyah

6 May 2018

Jika dalam kehidupan kita, kita mengenal istilah “Curriculum Vitae” yang berfungsi untuk mempublikasikan/ mensosialisasikan / menginformasikan tentang data pribadi yang patut diketahui oleh orang / instansi tertentu untuk suatu keperluan; maka Siroh Nabawiyah bukan sekedar hanya untuk itu. Akan tetapi karena Nabi صلى الله عليه وسلم adalah manusia pilihan Penguasa Alam Semesta ini, yang dipilih untuk suatu misi yang sangat terpuji dan sangat luhur yaitu: membimbing, mengajari, mengarahkan manusia agar selamat dan bahagia di dunia dan di akherat untuk menjadi contoh dan SURI TAULADAN dalam berbagai sisi kehidupan, karena akhlaqnya yang mulia, perangainya yang terpuji, kepribadiannya yang luhur. Sungguh merupakan contoh ideal bagi seluruh manusia.

Bahkan bagi seorang muslim dan mu’min, Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم adalah jalan satu-satunya untuk memperoleh cinta dan ridho Allõh سبحانه وتعالى. Oleh karena itu mempelajari, memperhatikan, mencermati Siroh Nabawiyah adalah bukan sekedar perlu, akan tetapi bagian dari implementasi Ibadah seorang hamba kepada Allõh سبحانه وتعالى. Read more…

AUDIO: Devide Et Impera (Farriq Tasud)

5 February 2018

Berbagai cara seseorang atau suatu kelompok manusia untuk mewujudkan ambisinya. Tidak jarang halal dan haram, boleh atau tidak boleh, layak atau tidak layak, merugikan orang lain atau tidak merugikan orang lain, tidak menjadi norma bahan pertimbangannya. Yang ada adalah yang penting kita dapat, yang penting kita menang, yang penting kita meraihnya, dan seterusnya.

Seperti halnya “pecah belahlah” musuhmu, lawanmu, sainganmu, niscaya kamu akan menang. Siasat ini adalah bagian dari strategi FIR’AUNISME; yang tidaklah menggunakannya kecuali orang yang setia dengan paham fir’aun, baik dalam politik, ekonomi, maupun militer. Read more…

AUDIO: Ghuruur-2, Merasa Diri Lebih dari yang Lain

5 February 2018

Janganlah kita merasa enggan dan segan untuk senantiasa mengintrospeksi diri dalam berbagai hal, baik motivasi, maupun perbuatan; karena bisa jadi syaithon menipu kita, lalu kita menganggap bahwa kita lah pemenangnya, bahwa kita lah yang paling benar, bahwa kita lah yang paling baik, dan seterusnya.

Bagi orang yang memiliki cita-cita yang panjang, maka hendaknya waspada dengan sesuatu yang seolah-olah menguntungkan dalam waktu dekat, padahal ia adalah jebakan syaithon yang akan bahkan menjerumuskan dalam jurang kerugian selamanya. Dia adalah sombong dan bangga diri. Read more…

AUDIO: Kaya tapi Miskin

20 August 2017

Setiap warga dari negeri ini pastilah tahu akan betapa kayanya negeri ini.
Bagaimana tidak, bahkan bangsa lain saja begitu asyik, iri, betah dan ingin menjadi warna negeri ini, karena sedemikian kayanya anugrah dan karunia yang Allõh سبحانه وتعالى pilih dimana bangsa ini lah yang berhak untuk menikmatinya.

72 tahun sudah para penjajah tidak sanggup lagi menjajah secara fisik bangsa dan negeri ini, karena ‘aqidah mereka yang kokoh, mental mereka yang membaja, dan karena pekik “Allõhu Akbar” yang begitu menggelegar di kala itu….

Namun sampai dengan hari ini, bangsa ini masih dirundung pilu, susah, sedih, miskin; bahkan terbelakang dibandingkan negara-negara lain yang dulunya mengambil ilmu dan peradaban dari negeri yang kita cintai ini.

Kita harus mengaku, walau penuh dengan malu, bahwa negeri ini sesungguhnya kaya….
Akan tetapi bangsa ini nyatanya masih miskin…. Read more…