AUDIO: Jangan Membelakangi Al-Qur’an
Al Qur’an adalah WAHYU…
Al Qur’an adalah rahmat Allõh سبحانه وتعالى bagi manusia…
Al Qur’an adalah Pedoman Hidup…
Al Qur’an adalah Jalan Lurus…
Al Qur’an adalah Petunjuk Kebaikan…
Al Qur’an adalah Penyebab Keberkahan…
Tidak ada kesusahan di dalam, maupun disebabkan oleh Al Qur’an….. Read more…
AUDIO: Mengapa Orang Kãfir Memusuhi kaum Muslimin
Allõh سبحانه وتعالى berfirman:
كَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Artinya:
“Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.” (QS. Al An’ãm (6) : 112)
Di dalam Al Qur’an surah Al An’ãm ayat 112 tersebut diatas, akan kita dapati bahwa Allõh سبحانه وتعالى telah menjadikannya sebagai suatu ketetapan bahwa setiap Nabi pasti akan dimusuhi; baik oleh syaithõn dari kalangan manusia maupun syaithõn dari kalangan Jin — yang satu sama lain diantara mereka itu akan saling memberi wahyu dan inspirasi. Read more…
AUDIO: Seluk Beluk Riba (Kajian-1 & Kajian-2)
Riba adalah tumbuh dan tambah….
Ketika seseorang berusaha dan dia memperoleh nilai (value) berupa tumbuh dan bertambah, maka hal itu adalah wajar dan sekilas yang demikian itu adalah keberuntungan dan kesuksesan.
Namun, bagi hamba yang beriman, yang dinilai, yang dilihat, yang dipandang dan yang diukur bukanlah sekedar tambah dan tumbuh yang hanyalah merupakan materi, bahkan semu belaka. Karena pandangan seperti itu ternyata berawal dari kekufuran dan kebodohan. Bagi orang yang beriman, bertambah itu haruslah berupa berkah dan beruntung itu adalah jika Allõh سبحانه وتعالى meridhoi, jadi bukan hanya sekedar materi belaka. Read more…
AUDIO: Keadilan dan Kebinasaan
Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Al Qoshosh ayat 59, “Dan tidaklah Kami (Allooh) membinasakan suatu negeri kecuali karena penghuni negeri itu adalah orang dzolim.”
Kedzoliman adalah musuh keadilan. Jika ketakwaan dan keadilan mengundang keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan; maka sudah barang tentu sebaliknya kedzoliman adalah mengundang kekacauan, ketakutan dan kesengsaraan.
Di zaman kita hidup sekarang ini adalah zaman yang penuh dengan fitnah. Sudah mulai jarang orang yang selamat dari fitnah ini. Oleh karena itu, disana-sini orang mulai gelisah disebabkan mereka mulai kehilangan kesejahteraan dan keamanan hidupnya. Hanya lapisan tertentu saja yang mendapatkan jaminan kesejahteraan, karena orang yang kurang bermartabat tidaklah lagi diperlakukan adil. Bahkan hanya orang yang bermartabat sajalah yang bisa bebas dari jeratan hukum. Read more…
AUDIO: Al-Maslahiyyun
“Al Maslahiyyun (Maslahat)” adalah lawan dari “Mafsadat“, yang berarti kebaikan; dan kebalikannya dari kerusakan. Kebaikan dalam arti Syari’at adalah terpuji, menguntungkan dan dibolehkan. Setiap orang membutuhkan “Maslahat“, bahkan mencari dan berjuang untuk mendapatkannya.
Akan tetapi, jika ‘Aqiidah yang menjadi taruhannya, dalam artian : dengan sengaja ‘Aqiidah dijual, digadaikan, apalagi dengan sengaja merusak dan menentang ‘Aqiidah, sekedar untuk mendapatkan “Maslahat” itu; maka pastilah merupakan Maslahat yang tercela. Dan karena jumlah orang yang seperti itu bisa jadi tidak sedikit, maka muncullah istilah “Al Maslahiyyun“. Read more…
Bagian dari kekurangan dan keterlambatan Muslimin, khususnya di Indonesia, adalah pemahaman Islam yang INTEGRAL, dalam artian: Islam adalah merupakan Syari’at, Islam adalah merupakan Pedoman Hidup, Islam adalah merupakan Aturan Hidup, dan merupakan “Way of Life” yang tidak terpisahkan dari sisi-sisi kehidupan manusia; dari mulai perkara yang dianggap kecil hingga merupakan perkara nasional lalu internasional, dari mulai perkara kepemimpinan manusia sebagai pribadi hingga kepemimpinan manusia dalam tataran dunia.
Semestinya ada mata rantai yang tidak terputus antara Muslim yang menyatakan diri bahwa “Lã Ilãha Ilallõh Muhammadun Rosũlullõh” (Tidak ada yang berhaq diibadahi di dunia ini, kecuali Allõh semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba Allõh dan utusan-Nya). Read more…
AUDIO: Ibadah adalah Keputusan Allõh
Ibarat seorang direktur, memilih orang pilihan dari karyawan yang ada di lingkungan perusahaannya. Orang itu menghendaki dapat mengerjakan proyek yang direncanakan. Kemudian dipilihlah seorang karyawan dari mereka untuk pergi dan mengelola proyek tersebut, agar proyek itu seperti yang telah direncanakannya.
Jika orang ini berhasil dalam misinya maka dia sudah diberitahu apa hadiah yang akan diterimanya. Jika dia melanggar aturan yang ditetapkannya, maka sama; diapun akan diberikan resiko dan sanksi yang akan diterimanya. Seluruh hardware dan software, bahkan kewenangan telah dibekalkan.
Perumpamaan yang sangat sederhana, dan tentu tidak sama; itulah yang harus manusia renungkan berkaitan hubungannya yaitu dia sebagai manusia dan Allõh سبحانه وتعالى sebagai Penciptanya. Read more…
AUDIO: Paradigma Al-Qur’an dan As-Sunnah
Sebenarnya adalah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari setiap kehidupan siapapun orangnya, bahwa kemanapun akan menuju, pekerjaan apapun yang akan dikerjakan, pastilah dia membutuhkan “guidance” (petunjuk) untuk dijadikan sebagai tuntunan, acuan dan pedoman agar perjalanannya dapat sampai dalam waktu yang relatif singkat, relatif pendek dan selamat sampai tujuan.
Begitupun pekerjaan, dia membutuhkan “guidance” agar pekerjaan itu dalam waktu yang singkat, tidak membutuhkan biaya besar, sesuai dengan harapan dapat terselesaikan.
Kalau manusia berpikir, siapa yang menyebabkan dirinya ada dan hidup di dunia ini, maka jawabannya ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Apa dan bagaimana mengisi selama hidup di dunia, sesuai dengan kehendak Allõh سبحانه وتعالى yang Menciptakannya, juga ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Read more…





