AUDIO: Al-Buyuu’ (Jual Beli)
“Buyuu’” adalah bahasa Arab yang berasal dari kata “Baii’” atau berasal dari kata “Baa’a – Yabii’u – Baii’an”; artinya adalah: “Menjual”. Dalam istilah para Fuqoha, istilah ini digunakan untuk suatu pekerjaan, aktivitas atau profesi menjual dan membeli, bahkan terkadang tidak sedikit para ‘Ulama menggunakan persamaan dari istilah ini yaitu “Tijaaroh”, yang berarti: “Perdagangan”. Jadi terkadang digunakan kitab “Al Buyuu’” atau kitab “At Tijaaroh”.
Dengan demikian, Kitaabul Buyuu’ adalah kitab yang didalamnya berisi pembahasan atau riwayat-riwayat Hadits yang bertalian dengan Jual Beli / Perdagangan. Read more…
AUDIO: Waro’ dan Tidak Syubhat
Ada nilai luhur yang ditanam dan ditumbuhkan oleh Islam ditengah-tengah para pengikutnya. Bahkan ada ajaran yang mengajarkan agar kita mempunyai watak yang luhur, yaitu berupa berhati-hati… Jangankan yang Harom, bahkan yang Halal sekalipun.
Berapa banyak hari ini orang-orang, jangankan Waro’, tetapi mengambil dan merampas hak orang lain, berkhianat dan tidak amanah malah hal ini diyakini justru sebagai kiat penyubur harta dan penunjang kemuliaan hidupnya.
Yang penting banyak….
Yang penting senang….
Yang penting mewah….
Yang penting wah….. Read more…
AUDIO: Mencari Rizqy yang Halal
Manusia perlu hidup. Dan hidup adalah identik dengan kebutuhan. Butuh makan, butuh minum, butuh rumah, butuh kendaraan, dan berbagai kebutuhan lainnya yang dibutuhkan dalam hidup ini.
1434 tahun yang lalu, Islam telah mengerti benar akan hal ini. Oleh karena itu, Allooh سبحانه وتعالى bekali manusia dengan alam semesta, dengan akal dan ilmu, dengan hati; semua itu diharapkan dapat menjadi pedoman bagaimana manusia mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagi orang yang beriman, mencari dan mendapat berbagai kebutuhan dengan Halal adalah suatu yang utama dan prioritas, sebelum berbicara tentang banyak ataukah sedikit. Read more…
AUDIO: Ancaman Bersumpah Palsu
Sumpah…..
Dikala seseorang itu membutuhkan suatu cara agar orang lain percaya pada dirinya, ucapannya, perbuatannya, perilakunya, terlebih lagi pada saat dia membutuhkan kepercayaan itu atau pada saat dia berusaha untuk meyakinkan lawan bicaranya sehingga dirinya menjadi dianggap benar atau patut mendapat kepercayaan, maka dia pun bersumpah.
Akan tetapi, tidak sedikit cara yang salah yang digunakan untuk meraih kepercayaan manusia atas dirinya tersebut, yaitu…
dengan cara berdusta….
dengan janji yang muluk-muluk….
dengan bujuk rayu…..
dengan menipu….
termasuk dengan bersumpah palsu….
Bahkan bila perlu ia bersumpah dengan cara meletakkan Al Qur’an diatas kepalanya; serta mengucapkan, “Demi Allooh”…
Namun setelah sumpah itu diucapkannya, dan setelah ia mendapatkan apa yang ia mau, baik berupa harta, tahta, wanita atau keuntungan duniawi apa pun yang diincarnya, maka ia pun berkhianat….. Read more…
AUDIO: Sederhana dalam Mencari Rizqy
Era globalisasi sarat dengan Materialisme dan Kapitalisme; lalu disisi lain adalah keterbelakangan ekonomi, kemiskinan, kebodohan dan kelemahan iman.
Muslimin tidak sedikit halangannya; terjebak, terperosok dan tenggelam dalam fitnah besar ini yaitu “Cinta Dunia dan Takut Mati”. Slogan tidak sedikit dari mereka adalah “Jangankan mendapatkan yang halal, untuk mendapatkan yang harom saja susah”. Slogan ini nyaris melanda tidak sedikit kalangan Muslimin, sehingga mengakibatkan runtuhnya berbagai sendi aturan Islam, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Ngoyo” adalah diantara ciri khasnya. Seseorang bisa jadi sudah berada di jalan, padahal ayam pun belum berkokok. Kemudian di malam hari, istri dan buah hatinya sudah lelap tertidur, dia barulah memasuki pintu rumahnya.
Semua itu adalah untuk mempertahankan hidup, merubah nasib atau bermegah-megahan. Read more…
AUDIO: Lakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Wahai Muslimin !
Tidak sedikit dari kaum Muslimin yang apabila melihat sesuatu yang ma’ruf, dia tidak terpanggil untuk menyuruh dan menyarankan orang lain dengannya. Sebagaimana demikian halnya apabila melihat, menyaksikan kemungkaran, dia tidak terpanggil untuk mengingkarinya dan mengingkari pelakunya.
Tidak sedikit pula yang tidak tahu apa itu ma’ruf dan apa itu munkar. Mana yang ma’ruf yang harus dikerjakan, dan mana yang munkar yang harus ditinggalkan.
Bahkan justru yang ma’ruf ditinggalkan, dan yang munkar dikerjakan.
Lebih celaka lagi, apabila dia meyakini bahwa yang ma’ruf itu adalah munkar, dan yang munkar itu adalah ma’ruf; atau malah membenci dan memerangi orang yang berlaku ma’ruf dan beramar ma’ruf, dan loyal – cinta dan menolong orang yang membolehkan kemungkaran dan mendakwahi manusia menuju kemungkaran. Read more…
AUDIO: Amar Munkar Nahi Ma’ruf
Ada amar ma’ruf nahi munkar…
Ada amar munkar nahi ma’ruf…
Amar ma’ruf nahi munkar adalah ibadah, bahkan sifat orang-orang yang beriman.
Demikian sebaliknya, amar munkar nahi ma’ruf adalah ibadah dan sifat orang-orang munaafiq.
Ma’ruf artinya adalah sesuatu yang dikenal karena kebaikan dan kemaslahatannya, baik secara syari’at maupun akal; baik dalam perkara ‘aqiidah yang benar, ibadah yang benar, maupun akhlaq perilaku yang terpuji.
Sedangkan munkar adalah sesuatu yang dikenal buruk dan mafsadat (kerusakan)-nya, baik secara syari’at maupun akal Read more…
Syahadat sesungguhnya adalah merupakan bentuk ikrar seseorang, bukan saja dia meyakini kebenaran Islam lalu rela meninggalkan kekufuran dan kesyirikan yang selama ini menjadi kehidupannya untuk kemudian memasuki pedoman baru dan hidup baru, yaitu Al Islam.
Akan tetapi, Syahadat juga merupakan bentuk kesiapan untuk konsekwen dan patuh terhadap apa yang menjadi konsekwensi dan tuntutan dari Syahadat yang diikrarkannya. Ketika seseorang ber-syahadat “Laa ilaaha Illallooh”, berarti dia siap untuk hidup bahkan rela mati, hanya diatas Tauhiid, oleh karenanya ia disebut Syahadat Tauhiid.
Ketika seseorang bersyahadat “Muhammadur Rosuulullooh” berarti dia pun siap membenarkan keberadaan Muhammad bin ‘Abdillah صلى الله عليه وسلم sebagai orang yang dipilih dari turunan Bani Hasyim dari suku Quraisy dari Bani Kinaanah, dari Bani Ismaiil dan dari Bani Ibrohiim, serta tentunya dari Bani Adam. Juga MEMBENARKAN SELURUH AJARANNYA dari ujung sampai ke ujung, dan sudah barang tentu siap untuk KONSEKWEN MENGIKUTINYA, dan menjadikannya sebagai uswah dan qudwah. Read more…

