AUDIO: Waspadalah !!!
Berapa banyak orang yang takut mati, lalu dia sedemikian gigihnya berusaha untuk mencegah kematian itu; bahkan “menyambung hidup” dengan berbagai cara termasuk dengan mencangkok organ tubuhnya.
Berapa banyak orang yang tidak ingin sakit, lalu jauh-jauh hari sebelum penyakit itu tiba, maka mereka mengimunisasi diri, bahkan berpropaganda agar jangan melalukan perkara yang menyebabkan dirinya sakit.
Termasuk, agar tidak miskin maka berbagai upaya dilakukan. Bukan saja dengan cara menumpuk harta dengan alasan menjelang masa depan, walaupun dilakukannya dengan korupsi, dengan mencuri, dan menghalalkan cara lainnya.
Melalui audio suara ini, saya tidak akan berbicara tentang hal itu, tetapi malah berbicara tentang hal yang lebih penting dari semua itu. Bukan saja kesusahan yang orang lari dari kesusahan itu di dunia, tetapi juga semestinya yang harus dipahami bahwa ada suatu kesusahan yang sangat dahsyat, bahkan akan menjadi abadi Read more…
(Transkrip Ceramah AQI040313)
HUKUM TENTANG FILM, SINETRON, LAWAK
DAN PERTUNJUKAN TINJU-GULAT BEBAS-SEPAKBOLA
Oleh: Ustadz Achmad Rof’i, Lc.M.M.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Bahasan kita kali ini yang bertemakan “Hukum tentang Film, Sinetron, Lawak dan berbagai Pertunjukan Gulat Bebas – Tinju – Sepakbola” adalah merupakan bahasan terakhir dari rangkaian kajian tentang “F1= Film, Fun & Mass Media: Pengaruh Yahudi dalam Media Massa & Dunia Hiburan” yang merupakan bagian dari bahasan tentang “9F tantangan ummat Islam dalam menghadapi gerakan Kafirisasi Global”. Read more…
AUDIO: Cinta Suriah Bagian dari Iman
Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Aali ‘Imron (3) ayat 31:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya:
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allooh, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allooh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allooh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini merumuskan kepada kita bahwa cinta kepada Allooh سبحانه وتعالى menagih kita untuk mengikuti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, mengikuti apa yang diperintahkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, meninggalkan dan menjauhi apa yang dilarang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, mencontoh apa yang dicontohkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, menghindari hal-hal baru yang mengatasnamakan Islam padahal tidak diajarkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم (Bid’ah).
Mengikuti juga berarti berdakwah seperti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berdakwah.
Berjihad seperti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berjihad, dan seterusnya.
Dalam banyak Hadits, Suriah (Syria) mempunyai bekas sejarah kemanusiaan, peradaban, bahkan dakwah dan Jihad.
Suriah saat ini merupakan seperempat negeri Syam di zaman dahulu, sebelum Perancis merobek kawasan ini.
Jika seseorang cinta pada anaknya, atau istrinya, atau pada bangsanya, atau negerinya maka hal itu tidak perlu dipertanyakan; karena itu sudah menjadi fitrah yang demikian manusia itu diciptakan.
Tetapi hendaknya kita mencamkan baik-baik, bahwa MENCINTAI SESUATU KARENA ALLOOH سبحانه وتعالى adalah EKSISTENSI IMAN. Kesempurnaan Iman.
Suriah adalah negara yang dengan jelas mencintainya adalah keimanan. Read more…
AUDIO: Jujur dalam Bekerja & Bekerja dengan Jujur
Berapa banyak orang bermodalkan Jujur, lalu suksesinya menaik dan meningkat. Jiwa mereka menjadi tentram, bahkan orang yang bekerjasama dengannya pun merasa aman.
Jika dia seorang pe-Bisnis, customer merasa puas, karena jujur tentang barang yang dijualnya menyebabkan orang ketagihan untuk belanja padanya. Jika dia penjual jasa, customer berhitung sekian kali untuk berpindah mencari pelanggan lain, manakala orang ini jujur terhadap jasa yang dijualnya. Bahkan dalam pergaulan hidup bermasyarakat pun, Jujur adalah menjadi ciri kebahagiaan seseorang.
Intinya, orang yang bermodalkan jujur, semua orang akan menjadi saudara dan teman yang terkesan. Read more…
AUDIO: Curang
Islam adalah ajaran yang mulia dan selalu menanamkan serta membiasakan seluruh pengikutnya untuk berwatak luhur nan mulia.
Walaupun setiap orang membenci Curang, akan tetapi ketika seseorang itu menghindari curang bukan karena kepatuhannya kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka dia tidaklah termasuk orang yang menghindari curang itu karena taat dan patuhnya atas perintah Allooh سبحانه وتعالى.
Curang bukan saja dibenci Allooh سبحانه وتعالى, tetapi juga dibenci semua orang.
Jika manusia curang, maka petaka akan selalu mengintai pelakunya. Read more…
AUDIO: Pembatal Laa Ilaaha Illallooh (kajian-2 & 3)
Banyak yang tidak menyadari bahwa Syahadat “Laa Ilaaha Illallooh Muhammadur Rosuulullooh” bisa menjadi batal, seperti halnya terjadi pada Wudhu, Sholat, Shoum dan Haji. Dan hal ini adalah sisi kekeliruan yang harus segera dibangkitkan kesadarannya, agar merasakan bahaya yang menantang bahkan sebenarnya lebih berbahaya dari sekedar batal Wudhu, batal Sholat, batal Shoum dan batal Haji sebagaimana tersebut diatas karena batalnya seseorang dari Syahadat berdampak pada Murtad, dimana dia kembali menjadi orang Kaafir dan bukan Muslim lagi. Yang semua itu berarti akan memastikan kesia-siaan Ibadah-ibadah diatas, dan akan menyebabkan lenyapnya amalan, bahkan berkonsekwensi pada sanksi Murtad. Read more…
AUDIO: Hukum dan Tanda Hari Kiamat
Masih menjadi masalah di kalangan intern kaum Muslimin bahwa Al Islam seolah dipahami melulu hanya dalam perkara-perkara ritual saja, seperti: Sholat, Shoum, Zakat, Haji, Dzikir, Shodaqoh; sedangkan perkara Peraturan, Hukum, Perundangan, dan aturan hidup lainnya seolah bukan merupakan ranah Islam. Dan karenanya, tidak sedikit diantara kaum Muslimin yang keberatan, menolak, bahkan memerangi pelaksanaan Syari’at ini. Bukan saja dari kalangan awamnya, bahkan justru dari kalangan “intelektual” yang melakukannya.
Padahal Islam adalah aturan Allooh سبحانه وتعالى untuk manusia secara utuh dan totalitas. Bukan saja perkara akherat / ukhrowi, tetapi juga untuk perkara duniawi.
Allooh سبحانه وتعالى menyuruh kaum Muslim memasuki Islam ini secara utuh dan totalitas. Namun, realitas di lapangan justru Islam tinggal Islam, sedangkan Hukum Allooh سبحانه وتعالى dalam peti mati. Read more…
AUDIO Khutbah ‘Iedul Adha 1434 H: Upaya Istiqomah dimasa Fitnah
Hidup manusia memang tidak pernah henti dari fitnah. Hal ini memang sudah menjadi Sunnatullooh.
Dunia adalah fitnah.
Hidup adalah fitnah.
Namun fitnah di akhir zaman nampaknya tidak cukup untuk sekedar diketahui, tetapi juga harus disikapi dengan waspada. Disusul dengan sikap yang benar sesuai dengan tuntunan Syari’at, bukan hanya sekedar menyerah pada keadaan; karena Syari’at disamping memberitahu dan memberi kabar, juga berisi tentang perintah dan larangan.
Dulu pada masa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Islam dianggap aneh. Pengikut dan penganutnya diolok-olok, dicela, dihalangi, diintimidasi, diusir, dimusuhi, bahkan diperangi.
Hari ini, dimana kita hidup; semua Muslim dapat merasakannya sesuai dengan kadar Iman dan Islam-nya, jauh dan dekatnya dia dengan Allooh سبحانه وتعالى, konsekwen dan tidak konsekwen dirinya dengan tuntunan Islam. Bagaimana tidak, hal ini telah disabdakan oleh Rosuululloohصلى الله عليه وسلم, “Akan datang suatu masa dimana orang yang berpegangteguh dengan Islam yang diyakininya, bagaikan orang yang tangannya menggenggam bara api.” Read more…




