Skip to content

Islam Telah Sempurna

4 May 2010

Mari kita simak kajian bersama Al Ustadz Achmad Rofi’i -hafidzohulloh- membahas Kitab Al I’tishoom bil Kitab was Sunnah dari Shohih Al Bukhoory di Masjid Pesantren Al I’tishoom – Karawang.

Download:

Islam Telah Sempurna

4 Comments leave one →
  1. budi permalink
    7 May 2011 8:22 pm

    Ustadz, mohon ijin untuk mengcopy

  2. ifan permalink
    24 October 2011 2:58 am

    Ternyata selama ini Islam yang kita jalankan merupakan hasil modifikasi yang diwariskan secara turun-temurun oleh para Kyai kampung, termasuk yang juga sering disampaikan oleh ustad-ustad muda di Televisi yang hanya pandai bicara dan berakting, tanpa didukung oleh ilmu syar’i…Trim’s pak Ustad yang telah meluruskan amal ibadah umat islam Indonesia yang asal-asalan, mudah-mudahan pahala anda dilipat gandakan oleh-Nya.

    • 24 October 2011 3:56 pm

      Wa ‘alaikumussalaam Warohmatulloohi Wabarokaatuh,

      Antum tidak perlu heran, karena hal ini (tentang para Da’i Penyeru ke Pintu-Pintu Jahannam) sebenarnya telah diberitakan oleh Rosuulullooh Sholalloohu ‘alaihi Wassallam sejak 1432 tahun yang lalu, yakni sebagaimana dalam Hadits Shohiih Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 3606 berikut ini:

      عن حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

      Artinya:
      Dari Hudzaifah bin Al Yamaan رضي الله عنه berkata, “ Orang-orang bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.“
      Maka aku katakan, “Wahai Rosuulullooh, sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliyahan (kebodohan) dan kejahatan, lalu Allooh datangkan pada kami kebaikan (–Islam –pent) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?”
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya.”
      Aku bertanya lagi, “Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?”
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Tetapi di dalamnya terdapat noda.”
      Aku bertanya lagi, “Noda apakah itu?”
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.”
      Aku bertanya lagi, “Lalu apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya. Yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. Maka barangsiapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan mencampakkannya pada jahannam itu.
      Aku bertanya lagi, “Wahai Rosuulullooh, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.”
      Lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.”
      Aku bertanya, “Apa yang kau perintahkan padaku, jika hal itu menimpaku?”
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Berpegang teguhlah dengan jama’ah muslimin, dan Imaam mereka (– kelompok yang berpegang teguh dengan Al Haq – pent).”
      Aku bertanya, “Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya Imaam?”
      Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.”

      Semoga Allooh Subhaanahu Wa Ta’aalaa memberikan keistiqomahan pada kita untuk berada diatas jalan-Nya yang lurus hingga akhir hayat…. Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: