Skip to content

Menasehati, Bukan “Menelanjangi”

20 May 2011

Karena kebodohan, bisa jadi niat baik itu justru berwujud keburukan. Dan karena hawa nafsu, kebenaran bisa terbungkus menjadi kesesatan. Begitu pula tidak sedikit kekeliruan yang semestinya diluruskan, akan tetapi kenyataannya ada yang membiarkannya sehingga kemunkaran menjadi tumbuh berkembang dan merajalela; dan ada juga yang berusaha memperbaiki kemunkaran tetapi karena kebodohannya dan hawa nafsunya maka bukanlah berakibat menjadi baik, justru sebaliknya menjadi lebih parah dan semakin jauh dari kebenaran.

Menasehati haruslah sesuai dengan prosedur sebagaimana yang telah dicontohkan dan dituntunkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ketika tidak demikian, maka bukan menasehati, malah “menelanjangi” jadinya. Bukannya mendapat pahala, malah menjerumuskan pelakunya menjadi bernasib muflis alias bangkrut pada hari dimana setiap manusia memerlukan bukan hanya bekal yang dipanen sebagai buah yang ditanamnya ketika dia masih hidup di dunia melainkan juga sangat membutuhkan syafa’at.

Simaklah audio khutbah Jum’at yang satu ini.

Download:

Menasehati, Bukan “Menelanjangi”

3 Comments leave one →
  1. 1 July 2011 10:46 pm

    Khoir

  2. 25 September 2011 11:39 am

    Izin ambil kajian ini – (Abu Ayman)

    • 25 September 2011 6:46 pm

      Silakan saja… semoga menjadi ilmu yang bermanfaat…. Barokalloohu fiika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: