AUDIO: Jujur dalam Bekerja & Bekerja dengan Jujur
Berapa banyak orang bermodalkan Jujur, lalu suksesinya menaik dan meningkat. Jiwa mereka menjadi tentram, bahkan orang yang bekerjasama dengannya pun merasa aman.
Jika dia seorang pe-Bisnis, customer merasa puas, karena jujur tentang barang yang dijualnya menyebabkan orang ketagihan untuk belanja padanya. Jika dia penjual jasa, customer berhitung sekian kali untuk berpindah mencari pelanggan lain, manakala orang ini jujur terhadap jasa yang dijualnya. Bahkan dalam pergaulan hidup bermasyarakat pun, Jujur adalah menjadi ciri kebahagiaan seseorang.
Intinya, orang yang bermodalkan jujur, semua orang akan menjadi saudara dan teman yang terkesan. Read more…
AUDIO: Curang
Islam adalah ajaran yang mulia dan selalu menanamkan serta membiasakan seluruh pengikutnya untuk berwatak luhur nan mulia.
Walaupun setiap orang membenci Curang, akan tetapi ketika seseorang itu menghindari curang bukan karena kepatuhannya kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka dia tidaklah termasuk orang yang menghindari curang itu karena taat dan patuhnya atas perintah Allooh سبحانه وتعالى.
Curang bukan saja dibenci Allooh سبحانه وتعالى, tetapi juga dibenci semua orang.
Jika manusia curang, maka petaka akan selalu mengintai pelakunya. Read more…
AUDIO: Pembatal Laa Ilaaha Illallooh (kajian-2 & 3)
Banyak yang tidak menyadari bahwa Syahadat “Laa Ilaaha Illallooh Muhammadur Rosuulullooh” bisa menjadi batal, seperti halnya terjadi pada Wudhu, Sholat, Shoum dan Haji. Dan hal ini adalah sisi kekeliruan yang harus segera dibangkitkan kesadarannya, agar merasakan bahaya yang menantang bahkan sebenarnya lebih berbahaya dari sekedar batal Wudhu, batal Sholat, batal Shoum dan batal Haji sebagaimana tersebut diatas karena batalnya seseorang dari Syahadat berdampak pada Murtad, dimana dia kembali menjadi orang Kaafir dan bukan Muslim lagi. Yang semua itu berarti akan memastikan kesia-siaan Ibadah-ibadah diatas, dan akan menyebabkan lenyapnya amalan, bahkan berkonsekwensi pada sanksi Murtad. Read more…
AUDIO: Hukum dan Tanda Hari Kiamat
Masih menjadi masalah di kalangan intern kaum Muslimin bahwa Al Islam seolah dipahami melulu hanya dalam perkara-perkara ritual saja, seperti: Sholat, Shoum, Zakat, Haji, Dzikir, Shodaqoh; sedangkan perkara Peraturan, Hukum, Perundangan, dan aturan hidup lainnya seolah bukan merupakan ranah Islam. Dan karenanya, tidak sedikit diantara kaum Muslimin yang keberatan, menolak, bahkan memerangi pelaksanaan Syari’at ini. Bukan saja dari kalangan awamnya, bahkan justru dari kalangan “intelektual” yang melakukannya.
Padahal Islam adalah aturan Allooh سبحانه وتعالى untuk manusia secara utuh dan totalitas. Bukan saja perkara akherat / ukhrowi, tetapi juga untuk perkara duniawi.
Allooh سبحانه وتعالى menyuruh kaum Muslim memasuki Islam ini secara utuh dan totalitas. Namun, realitas di lapangan justru Islam tinggal Islam, sedangkan Hukum Allooh سبحانه وتعالى dalam peti mati. Read more…
AUDIO Khutbah ‘Iedul Adha 1434 H: Upaya Istiqomah dimasa Fitnah
Hidup manusia memang tidak pernah henti dari fitnah. Hal ini memang sudah menjadi Sunnatullooh.
Dunia adalah fitnah.
Hidup adalah fitnah.
Namun fitnah di akhir zaman nampaknya tidak cukup untuk sekedar diketahui, tetapi juga harus disikapi dengan waspada. Disusul dengan sikap yang benar sesuai dengan tuntunan Syari’at, bukan hanya sekedar menyerah pada keadaan; karena Syari’at disamping memberitahu dan memberi kabar, juga berisi tentang perintah dan larangan.
Dulu pada masa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Islam dianggap aneh. Pengikut dan penganutnya diolok-olok, dicela, dihalangi, diintimidasi, diusir, dimusuhi, bahkan diperangi.
Hari ini, dimana kita hidup; semua Muslim dapat merasakannya sesuai dengan kadar Iman dan Islam-nya, jauh dan dekatnya dia dengan Allooh سبحانه وتعالى, konsekwen dan tidak konsekwen dirinya dengan tuntunan Islam. Bagaimana tidak, hal ini telah disabdakan oleh Rosuululloohصلى الله عليه وسلم, “Akan datang suatu masa dimana orang yang berpegangteguh dengan Islam yang diyakininya, bagaikan orang yang tangannya menggenggam bara api.” Read more…
AUDIO: Al-Buyuu’ (Jual Beli)
“Buyuu’” adalah bahasa Arab yang berasal dari kata “Baii’” atau berasal dari kata “Baa’a – Yabii’u – Baii’an”; artinya adalah: “Menjual”. Dalam istilah para Fuqoha, istilah ini digunakan untuk suatu pekerjaan, aktivitas atau profesi menjual dan membeli, bahkan terkadang tidak sedikit para ‘Ulama menggunakan persamaan dari istilah ini yaitu “Tijaaroh”, yang berarti: “Perdagangan”. Jadi terkadang digunakan kitab “Al Buyuu’” atau kitab “At Tijaaroh”.
Dengan demikian, Kitaabul Buyuu’ adalah kitab yang didalamnya berisi pembahasan atau riwayat-riwayat Hadits yang bertalian dengan Jual Beli / Perdagangan. Read more…
AUDIO: Waro’ dan Tidak Syubhat
Ada nilai luhur yang ditanam dan ditumbuhkan oleh Islam ditengah-tengah para pengikutnya. Bahkan ada ajaran yang mengajarkan agar kita mempunyai watak yang luhur, yaitu berupa berhati-hati… Jangankan yang Harom, bahkan yang Halal sekalipun.
Berapa banyak hari ini orang-orang, jangankan Waro’, tetapi mengambil dan merampas hak orang lain, berkhianat dan tidak amanah malah hal ini diyakini justru sebagai kiat penyubur harta dan penunjang kemuliaan hidupnya.
Yang penting banyak….
Yang penting senang….
Yang penting mewah….
Yang penting wah….. Read more…
AUDIO: Mencari Rizqy yang Halal
Manusia perlu hidup. Dan hidup adalah identik dengan kebutuhan. Butuh makan, butuh minum, butuh rumah, butuh kendaraan, dan berbagai kebutuhan lainnya yang dibutuhkan dalam hidup ini.
1434 tahun yang lalu, Islam telah mengerti benar akan hal ini. Oleh karena itu, Allooh سبحانه وتعالى bekali manusia dengan alam semesta, dengan akal dan ilmu, dengan hati; semua itu diharapkan dapat menjadi pedoman bagaimana manusia mencari dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bagi orang yang beriman, mencari dan mendapat berbagai kebutuhan dengan Halal adalah suatu yang utama dan prioritas, sebelum berbicara tentang banyak ataukah sedikit. Read more…
AUDIO: Ancaman Bersumpah Palsu
Sumpah…..
Dikala seseorang itu membutuhkan suatu cara agar orang lain percaya pada dirinya, ucapannya, perbuatannya, perilakunya, terlebih lagi pada saat dia membutuhkan kepercayaan itu atau pada saat dia berusaha untuk meyakinkan lawan bicaranya sehingga dirinya menjadi dianggap benar atau patut mendapat kepercayaan, maka dia pun bersumpah.
Akan tetapi, tidak sedikit cara yang salah yang digunakan untuk meraih kepercayaan manusia atas dirinya tersebut, yaitu…
dengan cara berdusta….
dengan janji yang muluk-muluk….
dengan bujuk rayu…..
dengan menipu….
termasuk dengan bersumpah palsu….
Bahkan bila perlu ia bersumpah dengan cara meletakkan Al Qur’an diatas kepalanya; serta mengucapkan, “Demi Allooh”…
Namun setelah sumpah itu diucapkannya, dan setelah ia mendapatkan apa yang ia mau, baik berupa harta, tahta, wanita atau keuntungan duniawi apa pun yang diincarnya, maka ia pun berkhianat….. Read more…


