Skip to content

Khutbah ‘Iedul Adha 1434 H: Upaya Istiqomah dimasa Fitnah

20 October 2013

Hidup manusia memang tidak pernah henti dari fitnah. Hal ini memang sudah menjadi Sunnatullooh.
Dunia adalah fitnah.
Hidup adalah fitnah.

Namun fitnah di akhir zaman nampaknya tidak cukup untuk sekedar diketahui, tetapi juga harus disikapi dengan waspada. Disusul dengan sikap yang benar sesuai dengan tuntunan Syari’at, bukan hanya sekedar menyerah pada keadaan; karena Syari’at disamping memberitahu dan memberi kabar, juga berisi tentang perintah dan larangan.

Dulu pada masa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Islam dianggap aneh. Pengikut dan penganutnya diolok-olok, dicela, dihalangi, diintimidasi, diusir, dimusuhi, bahkan diperangi.
Hari ini, dimana kita hidup; semua Muslim dapat merasakannya sesuai dengan kadar Iman dan Islam-nya, jauh dan dekatnya dia dengan Allooh سبحانه وتعالى, konsekwen dan tidak konsekwen dirinya dengan tuntunan Islam. Bagaimana tidak, hal ini telah disabdakan oleh Rosuululloohصلى الله عليه وسلم, “Akan datang suatu masa dimana orang yang berpegangteguh dengan Islam yang diyakininya, bagaikan orang yang tangannya menggenggam bara api.”

Dapat dibayangkan betapa panasnya api, sebagaimana dapat dibayangkan bagaimana perasaan orang yang menggenggam bara api…

Pada saat dimana kita hidup saat ini, Islam disebut “Agama dan Ajaran Baru”.
Sunnah disebut Bid’ah.
Sesuatu yang Pokok dalam Islam, dianggap tidak perlu.
Dosa Besar, apalagi dosa kecil dianggap budaya dan biasa.
Beribadah kepada Allooh سبحانه وتعالى dengan tekun dan benar disebutnya “terbelakang“.
Kembali kepada ajaran Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم didalam berpedoman hidup, disebutnya sebagai “kembali ke zaman onta“.
Kewajiban menjalankan Syari’at Islam, dianggap sesuatu yang menakutkan, tidak manusiawi.
Termasuk jika tidak tergabung dalam kelompoknya, lembaganya, organisasinya atau majelis taklimnya; maka bisa disebut keluar dari Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah karena motto-nya adalah: “Kita yang bisa, selain kita adalah tidak bisa”.
Dunia sudah menjadi gandrungan, yang tidak sedikit kaum Muslimin rela disibukkan dengannya; sehingga belajar Islam, bahkan berkhidmat terhadap Al Islam menjadi basa-basi dan sampingan baginya.
Wanita dan jabatan, tidak lebih dijadikan sebagai pemuas syahwat dan hajat hidup, dan seterusnya, dan seterusnya…
Masih banyak lagi, fitnah-fitnah itu hampir tak berujung bagaikan panjang dan likunya jalan.

Seorang Muslim, betapapun bagaimana, dia dituntut untuk tetap Istiqomah, berpegang teguh diatas Syari’ah dan Sunnah, dengan gigih dan sungguh-sungguh. Bahkan dengan segala pengorbanan, agar menghadap Allooh سبحانه وتعالى dengan istiqomah dan husnul khotimah.

Melalui khutbah ‘Iedul Adha 1434 H yang disampaikan di Pesantren Al I’tishoom Karawang, Ustadz mengingatkan, menghimbau, menyarankan, ada beberapa kiat yang hendaknya setiap ummat Muhammad صلى الله عليه وسلم mencamkannya dan berusaha mewujudkan dalam kehidupannya. Mudah-mudahan Istiqomah dan husnul khotimah dicapainya.

Selamat menyimak.

Download:

Upaya Istiqomah dimasa Fitnah, Bagian-1

Upaya Istiqomah dimasa Fitnah, Bagian-2

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: