AUDIO: Lakum Diinukum Waliya Diin
Peringatan Hari Natal & Tahun Baru, dapat dipastikan keduanya bukan dari Al Islam. Walaupun kenyataannya tidak sedikit kaum Muslimin yang tenggelam didalamnya; baik dalam meramaikannya, menyemarakkannya hingga mengambil untung material, hingga pengucapan “Selamat”.
Tentu jika kita lihat hal ini dari kacamata Syari’at, dapat dipastikan bahwa yang demikian itu adalah kesalahan yang tidak kecil. Selain menunjukkan kebodohan, kelemahan iman, krisis jati diri, budaya meniru (tasyabbuh), juga salah satu bentuk kema’shiyatan kepada Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم.
Kaum Muslimin mestinya bangga dengan Al Islam. Tidak selalu meniru (tasyabbuh) kepada ajaran lain. Dapat memahami dan menerapkan makna TOLERANSI yang DIBENARKAN OLEH SYARI’AT, yaitu: “LAAKUM DIINUKUM WALIYA DIIN” (Bagi kalian Agama kalian & Bagiku adalah Agamaku). Read more…
AUDIO: Hutang
Termasuk masalah yang diperhitungkan dalam-dalam oleh Al Islam adalah perkara hutang piutang, dimana hal ini telah diketahui bahwa manusia memang tidak bisa hidup tanpa pertolongan orang lain, apalagi pertolongan Allooh سبحانه وتعالى. Manusia selalu bergantung kepada yang lain, dalam memenuhi ekonomi atau kebutuhannya. Oleh karena itu, hendaknya setiap manusia sadar bahwa dia selalu butuh di setiap saat, dimanapun dia hidup, terhadap Allooh سبحانه وتعالى.
Terlebih pada zaman sekarang, Hutang hanya sedikit, segelintir orang saja yang tidak terlibat dengan Hutang.
Bisa jadi, seorang dari kita adalah hanya sebagai orang yang menjadi saksi dalam suatu proses Hutang Piutang.
Bisa jadi, diantara kita adalah orang yang menolong saudaranya untuk berhutang kepadanya, karena suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Karena kebaikannya, tanpa pamrih.
Bisa jadi, orang pada zaman sekarang menjadikan profesinya adalah “mencari mangsa”, siapa dan dimana orang yang sedang membutuhkan lalu dia tampil menawarkan Hutang, walaupun bisa jadi orang ini termasuk rentenir. Read more…
AUDIO: Tidak Ada Ketaatan bagi Orang yang Berma’shiyat pada Allooh
Diantara tabiat manusia adalah mempunyai kehendak dan nafsu untuk menikmati beberapa kenikmatan di dunia ini.
Bisa jadi kenikmatan itu berupa harta benda.
Bisa jadi kenikmatan itu berupa wanita.
Bisa jadi kenikmatan itu juga berupa jabatan, tahta dan kekuasaan.
Kenapa harta benda, beserta uang dikejar siang dan malam?
Karena tidak sedikit orang mengatakan, “Dengan uang, semua bisa dibeli dan gampang”.
Sedangkan….
Dengan wanita, syahwat biologis terlampiaskan dengan puasnya.
Dan dengan jabatan, tahta dan kekuasaan; seseorang dihormati – disanjung – diagungkan, bahkan DITAATI. Read more…
AUDIO: Kemudahan dalam Berjual-Beli
Islam adalah ajaran yang teristimewa. Diantara keistimewaan dalam Islam adalah disaat seseorang menghadapi kesulitan, maka disaat itu pula ia justru berhak mendapatkan kemudahan. Oleh karena itu patutlah jika para ‘Ulama mengatakan suatu pernyataan yang menjadi kaidah: “Al Masyaqqotu Tajribut Taisiir”, yang artinya: “Kesulitan itu mendatangkan kemudahan”. Kaidah ini merekat erat dengan setiap orang yang ber-Islam dan berinteraksi satu sama lainnya.
Islam mengajarkan agar setiap orang memberikan fasilitas kepada orang lain, berupa kemudahan. Dan Islam tidak menyukai, bahkan melarang untuk mempersulit orang lain. Bahkan Islam menanamkan, menganjurkan dan memerintahkan bahwa jika kita menemui saudara kita dalam kesulitan, maka kita diperintah untuk berbaik kepada saudara kita tersebut melalui memberi kemudahan. Read more…
AUDIO: As-Sunnah Antara Salaf & Kholaf
Jika kita mendengar kata “As Sunnah”, maka bisa dipastikan tidak asing dan tidak aneh kedengarannya di kalangan kaum Muslimin. Dari dulu sampai masa kini, dari kota bahkan di desanya.
Yang menjadi masalah adalah, seperti apa “As Sunnah” itu? Harus bagaimana kita menyikapi “As Sunnah” itu? TITIK INILAH yang MEMBEDAKAN KUALITAS SESEORANG dengan orang yang lainnya. Read more…
AUDIO: Waspadalah !!!
Berapa banyak orang yang takut mati, lalu dia sedemikian gigihnya berusaha untuk mencegah kematian itu; bahkan “menyambung hidup” dengan berbagai cara termasuk dengan mencangkok organ tubuhnya.
Berapa banyak orang yang tidak ingin sakit, lalu jauh-jauh hari sebelum penyakit itu tiba, maka mereka mengimunisasi diri, bahkan berpropaganda agar jangan melalukan perkara yang menyebabkan dirinya sakit.
Termasuk, agar tidak miskin maka berbagai upaya dilakukan. Bukan saja dengan cara menumpuk harta dengan alasan menjelang masa depan, walaupun dilakukannya dengan korupsi, dengan mencuri, dan menghalalkan cara lainnya.
Melalui audio suara ini, saya tidak akan berbicara tentang hal itu, tetapi malah berbicara tentang hal yang lebih penting dari semua itu. Bukan saja kesusahan yang orang lari dari kesusahan itu di dunia, tetapi juga semestinya yang harus dipahami bahwa ada suatu kesusahan yang sangat dahsyat, bahkan akan menjadi abadi Read more…
(Transkrip Ceramah AQI040313)
HUKUM TENTANG FILM, SINETRON, LAWAK
DAN PERTUNJUKAN TINJU-GULAT BEBAS-SEPAKBOLA
Oleh: Ustadz Achmad Rof’i, Lc.M.M.Pd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Bahasan kita kali ini yang bertemakan “Hukum tentang Film, Sinetron, Lawak dan berbagai Pertunjukan Gulat Bebas – Tinju – Sepakbola” adalah merupakan bahasan terakhir dari rangkaian kajian tentang “F1= Film, Fun & Mass Media: Pengaruh Yahudi dalam Media Massa & Dunia Hiburan” yang merupakan bagian dari bahasan tentang “9F tantangan ummat Islam dalam menghadapi gerakan Kafirisasi Global”. Read more…
AUDIO: Cinta Suriah Bagian dari Iman
Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Aali ‘Imron (3) ayat 31:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya:
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allooh, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allooh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allooh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat ini merumuskan kepada kita bahwa cinta kepada Allooh سبحانه وتعالى menagih kita untuk mengikuti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, mengikuti apa yang diperintahkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, meninggalkan dan menjauhi apa yang dilarang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, mencontoh apa yang dicontohkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, menghindari hal-hal baru yang mengatasnamakan Islam padahal tidak diajarkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم (Bid’ah).
Mengikuti juga berarti berdakwah seperti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berdakwah.
Berjihad seperti Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berjihad, dan seterusnya.
Dalam banyak Hadits, Suriah (Syria) mempunyai bekas sejarah kemanusiaan, peradaban, bahkan dakwah dan Jihad.
Suriah saat ini merupakan seperempat negeri Syam di zaman dahulu, sebelum Perancis merobek kawasan ini.
Jika seseorang cinta pada anaknya, atau istrinya, atau pada bangsanya, atau negerinya maka hal itu tidak perlu dipertanyakan; karena itu sudah menjadi fitrah yang demikian manusia itu diciptakan.
Tetapi hendaknya kita mencamkan baik-baik, bahwa MENCINTAI SESUATU KARENA ALLOOH سبحانه وتعالى adalah EKSISTENSI IMAN. Kesempurnaan Iman.
Suriah adalah negara yang dengan jelas mencintainya adalah keimanan. Read more…




