Tanda-Tanda Hari Kiamat (Bagian-4)
(Transkrip Ceramah AQI 040208)
TANDA-TANDA HARI KIAMAT (BAGIAN-4)
Oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,
Pada kesempatan kali ini, kita masih membahas tentang “Tanda-Tanda Hari Kiamat yang sudah terjadi dan masih memungkinkan akan terjadi atau berulang”. Setelah itu kita akan membahas tentang “Tanda-Tanda Kiamat Besar”. Masih banyak Hadits-hadits yang meng-khobar-kan kepada kita tentang beberapa Tanda-Tanda, yang kita harus ketahui dan waspadai, agar hidup kita tidak tergelincir.
Di bawah ini akan kami bacakan apa yang diriwayatkan oleh Al Imãm Al Baihaqy رحمها الله (beliau ber-madzhab Asy Syãfi’iy) dalam Kitabnya yang berjudul “AHwãlul Qiyãmah” (Dahsyatnya Kiamat). Read more…
Bahaya “Jaringan Islam Liberal (JIL)” Bagian-3
JARINGAN ISLAM LIBERAL
DALAM SOROTAN AL-QUR’AN DAN AS SUNNAH
oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. M.Mpd
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebagai Muslim, maka dia harus berpasrah diri dengan penuh keyakinan kepada Allooh سبحانه وتعالى, dimana wujud kepasrahan ini dibuktikan dengan kepatuhan terhadap Pedoman dari Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, baik dari pemahaman maupun pengamalan.
Hati-hatilah dengan pemahaman yang nampaknya “keren” dan memukau, disebabkan oleh kemilau dan gemerlap penampilannya, baik melalui gelar akademis (seperti: Professor, Doktor, dll) maupun almamater (seperti: lulusan Chicago, Oxford, Harvard, dll); padahal urusan dien adalah tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal itu, melainkan adalah dengan kebenaran yang difahami dan disebarkannya.
AUDIO: Bahaya Murtad
Sibuknya manusia dengan kepelikan perkara dunia yang semakin hari semakin membuat tidak sedikit orang yang ketakutan dan was-was akan kemiskinan dan kesusahan, telah mengenyampingkan rasa takut dan khawatir mereka terhadap keutuhan ‘Aqiidah, keterpujian akhlaq dan pengabdian sejati terhadap Pencipta, Allooh Robbul ‘Aalamiin. Bahkan mereka lebih takut kepada Flu Burung, Aids, kelaparan, pengangguran, bencana dan lain-lain daripada terhadap lemahnya imaan, krisisnya ibadah, maraknya akhlaq yang tercela, bahkan kemurtadan yang mengancam keluarnya seseorang dari islam, yang pada akhirnya akan menjerumuskan mereka kedalam Jahannam dan membuat putus asa terhadap dunia yang pernah mereka cicipi. Read more…
Ada Apa Dibalik Peringatan Hari Kartini 21 April?
ADA APA DIBALIK PERINGATAN HARI KARTINI 21 APRIL?
I. MASUKNYA LIBERALISME DAN FEMINISME DI INDONESIA
Gerlombang Liberalisme di Indonesia masuk dari berbagai pintu. Salah satu pintu yang boleh dikatakan sukses adalah pintu isu kesetaraan gender. Isu ini bahkan telah berhasil menembus kebijakan negara. Alhasil, gender mainstreaming menjadi salah satu program penting dalam semua lini program yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga meratifikasi MDGs (Milenium Development Goals) yang salah satu indikatornya adalah pengarus-utamaan gender. Targetnya sangat telanjang: menyamakan peran laki-laki dan perempuan. Read more…
INTERVENSI ASING DALAM MEMURTADKAN KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA
Sekarang baru bisa dipahami mengapa Pemerintah belum mengambil keputusan terhadap Ahmadiyah. Pemerintah tetap mengambangkan terhadap Ahmadiyah. Memilih tidak mengambil tindakan hukum terhadap Ahmadiyah. Tuntutan umat Islam yang sudah berlangsung bertahun-tahun tetap didiamkan, dan tidak ditanggapi secara serius. Akibatnya menimbulkan konflik dilapisan bawah ‘grassroot’, dan akan mengganggu stabilitas politik. Read more…
Pemurtadan melalui Film Sinematografi
MUI: FILM KARYA HANUNG MENDUKUNG ORANG MURTAD
Untuk kesekian kali, sutradara Hanung Bramantyo kembali menui kecaman. Setidaknya, dua institusi besar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Banser Nahdlatul Ulama menyatakan kekecewaannya.
Film terbaru garapan Hanung yang berjudul ‘?’ (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 dan diputar perdana di Planet Hollywood, Jakarta Selatan dinilai MUI telah menyebarkan paham syirik modern bernama “pluralisme agama”. Read more…
Bahaya “Jaringan Islam Liberal (JIL)” Bagian-2
BAHAYA “JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)” (BAGIAN-2)
III. LIBERALISASI ISLAM DI INDONESIA
Ide sekularisasi Islam di Indonesia pertama kali digulirkan oleh Nurcholish Madjid pada 3 Januari 1970. Idenya itu diadopsi dari pemikiran Harvey Cox dengan bukunya yang terkenal berjudul The Secular City. Nurcholish mungkin tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah bagaikan membuka sebuah kotak pandora. Saat kotak itu terbuka, maka terjadilah peristiwa-peristiwa tragis yang susul-menyusul dan berlangsung secara liar, sulit dikendalikan lagi, hingga kini. Read more…
Bahaya “Jaringan Islam Liberal (JIL)” Bagian-1
BAHAYA “JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL)” (BAGIAN-1)
I. SIAPA JARINGAN ISLAM LIBERAL
A. Latar Belakang Lahirnya Jaringan Islam Liberal
Istilah Islam Liberal disusun dari dua kata, yaitu Islam dan Liberal.
Islam maksudnya adalah dienul Islam, yang diturunkan oleh Allooh سبحانه وتعالى kepada Muhammad صلى الله عليه وسلم. Dan Liberal artinya adalah kebebasan.
Setelah dua kata ini disusun, kata Liberal berfungsi sebagai keterangan terhadap Islam, sehingga secara singkat bisa dikatakan Islam yang Liberal atau Bebas. Read more…
Tanaman Obat Keluarga (Bagian-5)
TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) Bagian-5
Seorang muslim, disamping lurus aqidahnya, ibadahnya maupun amalan-amalannya sesuai aturan Allooh سبحانه وتعالى dan mengikuti tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga hendaknya memelihara kesehatan tubuhnya yang merupakan anugrah Allooh سبحانه وتعالى tersebut dengan apa-apa yang halal dan thoyyib. Read more…




