Penghuni Neraka Definitif
(Transkrip Ceramah AQI 250509)
PENGHUNI NERAKA DEFINITIF
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Bahasan kali ini adalah tentang bagian dari “Ahwalu Ahlin Naar” (Keadaan Penghuni Neraka). Setelah beberapa hari lalu kita bahas tentang Neraka dan keadaannya, panasnya serta dalamnya seperti apa, daya tampungnya seberapa, dll, maka sekarang kita masuk kepada pembahasan tentang orang-orang yang akan menjadi penghuni dan penduduk Neraka. Dan itu sangat banyak, tetapi kita akan membahas apa yang bisa kita jangkau, dengan harapan mudah-mudahan Allooh سبحانه وتعالى menghindarkan kita dari ancaman-Nya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
“Penghuni Neraka Yang Definitif”, sengaja judul bahasan ini demikian, agar jangan ada orang yang ragu tentang orang-orang yang akan masuk ke dalam api neraka. Sebagaimana kita yakini sebagai umat Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bahwa dilarang menyatakan secara spesifik atau menggolongkan seseorang secara spesifik sebagai Ahlun Naar, kecuali dengan daliil. Dan sebaliknya, kalau sudah ada daliil di hadapan kita tentang orang-orang tertentu yang akan menjadi calon penghuni neraka, maka kitapun harus yakin bahwa mereka adalah Ahlun Naar (Penghuni Neraka).
Haroomnya Duduk dan Sholat diatas Kuburan
HAROOMNYA DUDUK DAN SHOLAT DIATAS KUBURAN
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم melarang keras untuk duduk dan sholat diatas atau menghadap kuburan. Bahkan pada saat sakit menjelang wafatnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, perkara yang dinyatakan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mengutuk Yahudi dan Nashroni karena mereka telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai Masjid. Read more…
Peringatan ‘Aasyuroo’ dan Menyikapi Musibah
PERINGATAN ‘AASYUROO’ DAN MENYIKAPI MUSIBAH
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى
Bagian dari perpanjangan kisah pembunuhan terhadap Amirul Mukminiin Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه yang dilakukan oleh ‘Abdur Rohman bin Muljam, sehingga para shohabat membai’at Al Hasan رضي الله عنه, putra Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه Read more…
Contoh-Contoh Bid’ah di Masyarakat
(Transkrip Ceramah AQI 110405)
CONTOH-CONTOH BID’AH DI MASYARAKAT
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Alhamdulillah, Allooh سبحانه وتعالى mempertemukan kita kembali untuk meneruskan kajian kita tentang masalah yang penting dalam urusan hidup dan kehidupan kita, termasuk kehidupan kita setelah di dunia ini, dimana bahasan-bahasan yang kita lakukan dalam majlis kita adalah masalah Bid’ah. Masalah Bid’ah adalah urusan-urusan yang dikaitkan dengan Dien (Islam), padahal tidak ada wujud bukti dan fakta serta contoh dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Kali ini kita membicarakan model-model dan contoh-contoh atau tampilan-tampilan Bid’ah dalam masyarakat dan kehidupan kaum muslimin, Read more…
Fatwa Tentang Penentuan Romadhon & ‘Iedul Fithri
Fatwa Lajnah Ad-Da’imah
Tentang
Penentuan Romadhon dan ‘Iedul Fithri
1. Fatwa no. 2031 (juz XII/hal. 115)
Tanya :
Bagaimana cara menentukan awal bulan pada setiap bulan Qomariyah?
Jawab :
Hadits-hadits yang shohiih dari Nabi صلى الله عليه وسلم menunjukkan bahwa apabila hilal telah berhasil dilihat atau diru`yah oleh orang yang terpercaya setelah terbenamnya matahari pada malam tiga puluh pada bulan Sya’ban, atau berhasil diru`yah oleh beberapa orang terpercaya pada malam tiga puluh dari bulan Romadhon, maka ru’yah yang dia lakukan terpercaya (valid) dan dengan itu bisa diketahui awal bulan (Romadhon dan Syawwal). Read more…
Fatwa Lajnah Daa’imah tentang Bahaya Pluralisme Agama
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyah wal Ifta’ (Komite Tetap untuk Riset ‘Ilmiah dan Fatwa) Kerajaan Saudi ‘Arabia, terkait tentang bahaya Pluralisme Agama
TENTANG PROPAGANDA PLURALISME AGAMA
Fatwa Lajnah Da’imah No: 19402 tertanggal 25/1/1418 H:
Segala puji hanyalah milik Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah atas Rasul penutup yang tiada rasul sesudahnya, atas keluarga dan segenap sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kemudian kelak.
Amma ba’du,
Sesungguhnya Lajnah Da’imah (Komite Tetap) untuk Riset Ilmiah dan Fatwa menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan kepadanya tentang beberapa pemikiran dan makalah yang ramai dirilis di media-media informasi seputar permasalahan seruan kepada Wihdah al-adyan (penyatuan agama-agama/ pluralisme agama): agama Islam, agama Yahudi dan agama Nasrani, serta beberapa persoalan-persoalan yang merupakan dampak dari seruan itu Read more…
Pembatal Syahadat
(Transkrip Ceramah AQI 250110) 
PEMBATAL SYAHADAT
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pembatal Syahadat. Artinya jika Syahadat batal, maka Laa ilaaha illallooh itu tidak lagi bermanfat.
Sebagaimana sholat, bila salah satu Rukun sholat saja ditinggalkan, maka sholat itu tidak sah (batal). Demikian pula dengan Syahadat. Karena Laa ilaaha illallooh itu bisa menjadi gagal-total dan tidak ada gunanya keimanan dan ke-Islaman seseorang serta “Laa ilaaha illallooh” yang dinyatakan dan diucapkannya tidak lagi berarti, bila terjadi perkara-perkara yang membatalkan Syahadat tersebut. Read more…
Fatwa MUI Pusat Mengenai Syiah
FATWA MUI PUSAT MENGENAI SYI’AH
Berikut ini Fatwa MUI Mengenai Paham Syi’ah:
Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 merekomendasikan tentang faham Syi’ ah sebagai berikut :
Faham Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamma’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia. Read more…
Surat Edaran Departemen Agama tentang Syi’ah
SURAT EDARAN DEPARTEMEN AGAMA :
Syiah Imamiyah Bertentangan dengan Ajaran Islam
Secara resmi, Departemen Agama (kini Kementerian Agama) telah mengeluarkan Edaran tentang Syi’ah melalui Surat Edaran Departemen Agama Nomor D/BA.01/4865/1983, tanggal 5 Desember 1983 perihal “Hal Ikhwal Mengenai Golongan Syi’ah”.
Pada poin ke-5 tentang Syi’ah Imamiyah (– yang di Iran dan juga merembes ke Indonesia, red –) disebutkan sejumlah perbedaannya dengan Islam. Read more…


