Skip to content

Nasehat Romadhoon untuk Bangsa (Khutbah ‘Iedul Fithr 1434 H)

9 August 2013

NASEHAT ROMADHOON UNTUK BANGSA

(Disampaikan dalam khuthbah ‘Iedul Fithri 1434 H / 2013 M di Pejompongan – Jakarta Pusat)

Oleh : Al Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. M.M.Pd

Nasehat Romadhoon utk Bangsa

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله بركاته

الله أكبر الله أكبر الله أكبر
الله أكبر الله أكبر الله أكبر
الله أكبر
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونستهديه ونتوب إليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيآت أعمالنا من يهدي الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي لا رسول ولا نبي بعده

وبعد :
الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Romadhoon bulan yang penuh dengan rohmat,
Romadhoon bulan yang penuh dengan maghfiroh
Romadhoon bulan yang penuh dengan penghambaan diri terhadap Allooh سبحانه وتعالى,
Romadhoon bulan yang di dalamnya terdapat kesempatan untuk terbebas dari ancaman api neraka,
Romadhoon bulan yang mulia nan agung,
Kini telah pergi melalui kita…

Sungguh berbahagialah bagi mereka yang telah semaksimal mungkin beribadah mengabdi kepada Allooh سبحانه وتعالى di dalamnya…

Sebaliknya bagi mereka yang menyia-nyiakan Romadhoon dengan perkara yang sia-sia apalagi tetap berma’shiyat kepada Allooh سبحانه وتعالى di dalamnya, maka bersiaplah dengan penyesalan ketika diadili oleh Allooh سبحانه وتعالى kelak.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Hendaknya setiap diri kita hendaknya selalu sadar, bahwa kita ada dan hidup saat ini adalah HANYA untuk mengabdi dan beribadah kepada Allooh سبحانه وتعالى saja. Dan bukan kepada selain-Nya.

Bukan pula untuk berbicara dan berbuat sesuka Hawa.

Bagi yang mengabdi kepada Allooh سبحانه وتعالى berarti dia mengimani adanya Allooh سبحانه وتعالى, mengimani adanya pengadilan Allooh سبحانه وتعالى ….

Ingatlah, bahwa manusia berasal dari tidak ada, dan akan menjadi tidak ada, lalu akan berakhir di surga ataukah di neraka.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Dalam Khutbah ‘Iedul Fithr 1434 H kali ini, Khotib ingin menyampaikan apa yang seharusnya kita maknai dari Romadhoon.

Romadhoon BUKAN SEKEDAR RITUAL, tetapi Romadhoon menuntut kita untuk menampakkan bentuk KOMITMEN HIDUP dan kehidupan kita SECARA AKTUAL.

Karena itu, khutbah ini saya beri tema dengan judul: “Nasehat Romadhoon untuk Bangsa”.

Benar, kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى, Nasehat Romadhoon untuk Bangsa

Kita semua memerlukan nasehat, sedangkan Romadhoon kaya akan nasehat. Sadar atau tidak sadar, kita sebagai pribadi, atau Indonesia sebagai bangsa, terutama pada dekade ini sedang merasakan dampak akibat meninggalkan dan mengabaikan Nasehat Romadhoon.

Mulai dari kemiskinan dalam ideologi, dalam ibadah, dalam moral, dalam ekonomi, dalam pendidikan, dalam sosial, dalam budaya dan dalam akhlaq mulia akibat jauhnya kita dari nilai-nilai yang Allooh سبحانه وتعالى turunkan dan yang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tuntunkan; sehingga kedzoliman, penganiayaan, perampasan hak, kriminalitas, pembunuhan, korupsi, dekadensi moral, pornografi dan pornoaksi, prostitusi, aborsi, kenakalan remaja, tawuran, dan masih banyak lagi merebak tak terkendali…

Akhirnya manusia itu adalah menjadi seperti yang Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sabdakan melalui Ka’ab bin Maalik al Anshoory رضي الله عنه:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِى غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

Artinya:
Tidaklah dua ekor serigala yang sedang kelaparan dilepas pada seekor kambing akan lebih rusak jika dibandingkan dengan ambisiusnya seseorang terhadap harta dan kehormatan.” (1)

Jati diri manusia akhirnya menjadi hilang karena penyakit krisis identitas dan jati diri ke-Islaman, bahkan kemanusiaan.

Padahal Romadhoon banyak memberikan kepada kita inspirasi dan nilai luhur yang jika kita hayati, kita renungkan dan kita amalkan; maka manusia akan menjadi bermartabat, bahkan mulia disisi Alloohسبحانه وتعالى.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Maka kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى….

Jika kita ingin selamat,
Jika kita ingin bahagia,
Jika kita ingin menggapai apa yang dijanjikan Allooh سبحانه وتعالى berupa surga,
maka marilah kita camkan hal-hal sebagai berikut:

1. PENTINGNYA PENDALAMAN FAHAM YANG BENAR TENTANG ISLAM

Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Aali ‘Imron (3) ayat 85) —– (2)

Juga Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya:
Pada hari ini telah kuSEMPURNAkan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maa’idah (5) ayat 3) —– (3)

Adapun dalam Hadits berikut ini bahwa :

عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قِيلَ لَهُ قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ -صلى الله عليه وسلم- كُلَّ شَىْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ. قَالَ فَقَالَ أَجَلْ

Artinya:
“Dari Salman رضي الله عنه, beliau berkata: Telah dikatakan kepada beliau, “Sungguhkah Nabi kalian telah mengajari kalian segala sesuatu sehingga perkara buang air?
Beliau (Salman رضي الله عنه) menjawab, “Benar.”
(Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 262) —– (4)

Kemudian Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara KESELURUHANnya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithoon. Sesungguhnya syaithoon itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqoroh (2) ayat 208) —– (5)

Dan berfirman pula sebagai berikut:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya:
Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allooh. Dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 103) —– (6)

Semua ayat dan Hadits diatas menunjukkan kita untuk hanya meyakini dan mengikuti kebenaran Islam yang telah sempurna secara keseluruhan perkara, baik duniawi maupun ukhrowi dengan sebenar-benarnya berpegangteguh dan sepenuh komitmen.

2.MEMELIHARA IMAN MELALUI ILMU YANG BENAR

Al Imaam Al Laalika’i  rohimahullooh  (418  H), seorang Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah telah berkata:

وكان من أعظم مقول وأوضح حجة ومعقول كتاب الله الحق المبين ثم قول رسول الله صلى الله عليه و سلم وصحابته الأخيار المتقين ثم ما أجمع عليه السلف الصالحون ثم التمسك بمجموعها والمقام عليها إلى يوم الدين ثم الاجتناب عن البدع والاستماع إليها مما أحدثها المضلون ما كان عليه السلف

Artinya:
Diantara perkataan yang paling agung dan argumentasi yang paling jelas dan rasional adalah Kitab Allooh yang benar lagi jelas, kemudian perkataan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan para shohabatnya yang baik dan bertaqwa, kemudian apa-apa yang disepakati oleh para pendahulu ummat ini yang shoolih, kemudian berpegangteguh dengan keseluruhannya serta istiqomah diatasnya hingga hari Kiamat, kemudian menjauhi Bid’ah (perkara-perkara baru dalam Islam) atau pun mendengarkan pada apa-apa yang diada-adakan oleh orang-orang yang menyesatkan dari apa yang telah pendahulu ummat yang shoolih ini berada diatasnya.” (7)

Dengan pernyataan ini, kita dipesankan untuk memelihara keimanan kita melalui menjadikan Kitabullooh (Al Qur’an) serta peninggalan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berupa Hadits-Hadits yang shohiih beserta pemahaman yang telah disampaikan dan diwariskan oleh para Shohabat رضي الله عنهم ajma’iin.

Hendaknya kita mencukupkan pedoman hidup kita, dengan apa yang tadi telah disebutkan diatas dan tidak melirik kepada perkara-perkara yang datang belakangan, yang diada-adakan setelah Islam ini lengkap.

3. HINDARI PEMAHAMAN YANG MENYELISIHI AHLUS SUNNAH WAL JAMAA’AH

Al Imaam ‘Umar bin ‘Abdul Aziiz رحمه الله yang dinyatakan oleh Al Imaam Asy Syaafi’iy رحمه الله sebagai Kholifah yang ke-5 mengatakan:

وقال عمر بن عبد العزيز : سن رسول الله وولاة الأمر من بعده سنناً الأخذ بها تصديق بكتاب الله واستكمال لطاعة الله وقوة على دين الله ليس لأحد تغييرها ولا تبديلها ولا النظر في شيء خالفها . من عمل بها فهو مهتد ومن استنصر بها فهو منصور ومن خالفها اتبع غير سبيل المؤمنين وولاه الله ما تولى وأصلاه جهنم وساءت مصيراً

Artinya:
’Umar bin ‘Abdul Aziiz رحمه الله berkata, “Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan para ulil amri setelahnya telah menuntunkan suatu tuntunan, dimana mengambilnya itu berarti membenarkan Kitab Allooh, dan menyempurnakan ketaatan kepada Allooh سبحانه وتعالى dan menguatkan bagi agama Allooh سبحانه وتعالى. Dan tidaklah diperbolehkan bagi siapa pun merubahnya, menggantinya, dan melirik pada apapun yang menyelisihinya. Barangsiapa yang beramal dengannya maka dia termasuk orang yang diberi petunjuk. Barangsiapa yang meminta pertolongan dengannya, maka dia termasuk orang yang ditolong. Dan barangsiapa yang menyelesihinya, berarti dia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin, dan Allooh سبحانه وتعالى akan palingkan dia pada apa yang dia berpaling padanya, dan Allooh سبحانه وتعالى sediakan baginya neraka jahannam sebagai tempat kembali yang paling buruk.” (8)

Maka hati-hatilah pada orang yang mencoreng, mencaci-maki, mengolok-olok apalagi mengutuk para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Bukankah Allooh سبحانه وتعالى telah berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah (9) ayat 100) —– (9)

Juga Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya:
Sesungguhnya Allooh telah ridho terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu dibawah pohon, maka Allooh mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al Fath (48) ayat 18) —– (10)

Maka sebagaimana Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An Nuur (24) ayat 63) —- (11)

4. ROMADHOON DAN PENANAMAN NILAI DAN AKHLAQ MULIA

Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu shoum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al Baqoroh (2) ayat 183) —– (12)

Sedangkan taqwa itu adalah sebagaimana dikatakan oleh ‘Ibnu ‘Umar رضي الله عنه:

لاَ يَبْلُغُ الْعَبْدُ حَقِيقَةَ التَّقْوَى حَتَّى يَدَعَ مَا حَاكَ فِي الصَّدْرِ

Artinya:
Tidaklah seorang hamba sampai kepada hakekat taqwa (taqwa yang sebenarnya) sehingga dia meninggalkan apa-apa yang mengganjal dalam dada.” (13)

Begitu pula ‘Ibnu Rojab رحمه الله berkata:

أصل التقوى أن يجعل العبد بينه وبين ما يخافه ويحذره وقاية تقيه منه

Artinya:
Pokok taqwa adalah seorang hamba menaruh pembatas antara dirinya dengan apa yang dia takuti dan dia hindari.” (14)

Demikian pula Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله berkata:

العمل بطاعة الله إيماناً واحتساباً أمراً ونهياً، فيفعل ما أمر الله به إيماناً بالآمر وتصديقاً بوعده ، ويترك ما نهى الله عنه إيماناً بالناهي وخوفاً من وعيده ..

Artinya:
Hakekat taqwa adalah beramal dalam rangka taat kepada Allooh سبحانه وتعالى berdasarkan iman, berharap apa yang ada disisi Allooh سبحانه وتعالى, baik dalam hal perintah maupun larangan. Maka dia mengerjakan apa yang Allooh سبحانه وتعالى perintahkan, dengan mengimani yang memerintahkan, dan membenarkan janji-Nya; dan dia meninggalkan apa yang Allooh سبحانه وتعالى larang, atas dasar iman kepada yang melarang dan takut dari ancaman-Nya.” (15)

Juga Thalq bin Habiib رضي الله عنه berkata:

إذا وقعت الفتنة فأطفئوها بالتقوى، قالوا: و ما التقوى؟قال: أن تعمل بطاعة الله، على نور من الله، ترجو ثواب الله، وأن تترك معصية الله، على نورٍ من الله، تخاف عقاب الله

Artinya:
Apabila terjadi fitnah maka padamkanlah fitnah itu dengan taqwa”.
Maka orang-orang bertanya, “Apakah taqwa yang dimaksud?
Beliau menjawab, “Engkau beramal dalam rangka taat kepada Allooh, diatas cahaya dari Allooh dan berharap pahala dari Allooh. Dan engkau meninggalkan ma’shiyat kepada Allooh, diatas cahaya dari Allooh, karena engkau takut hukuman Allooh.” (16)

Sehingga shoum dan Romadhoon yang telah kita lalui hendaknya menjadikan kita orang yang pandai untuk mengetahui mana yang diperintah oleh Allooh سبحانه وتعالى, mana yang diajarkan oleh Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم lalu kita mengerjakannya. Dan mana yang tidak diperintahkan dan diajarkan oleh Allooh سبحانه وتعالى dan Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم, hendaknya kita pandai mengendalikan hawa nafsu kita untuk tidak mendekatinya, apalagi tega dan tidak malu untuk mendatanginya.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Wahai kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى….

Yang ke-5: WASIAT UNTUK PARA WANITA MUSLIMAH DAN PARA WALI MEREKA

Allooh سبحانه وتعالى berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Artinya:
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang Jahiliyah dahulu.” (QS. Al Ahzab (33) ayat 33) —– (17)

Juga berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya:
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allooh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab (33) ayat 59) —- (18)

Dan dari ‘Abdullah bin Abbas رضي الله عنه, bahwa beliau mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ، وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا وَخَرَجَتِ امْرَأَتِي حَاجَّةً قَالَ اذْهَبْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

Artinya:
Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita (yang bukan mahrom), dan janganlah seorang perempuan melakukan safar (berpergian) kecuali disertai oleh mahromnya.”
Maka seorang shohabat berdiri dan berkata, “Wahai Rosuulullooh, aku ditugasi untuk ikut dalam suatu peperangan, sedangkan istriku berangkat menuju Ibadah Haji.”
Maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Pergilah kamu ber-Haji bersama istrimu.” (Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory dan Al Imaam Muslim) —– (19)

Bahkan dari Abu Musa رضي الله عنه dari Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِىَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِى زَانِيَةً

Artinya:
Setiap mata berzina dan seorang wanita apabila berharum-haruman (berparfum) kemudian melewati suatu majelis (dimana disana adalah laki-laki), maka dia itu adalah begini dan begitu yakni pezina (pelacur).” (Hadits Riwayat Al Imaam At Turmudzy) —– (20)

Terlebih lagi dari Abu Hurairoh رضي الله عنه, beliau berkata: Telah bersabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Artinya:
Ada dua kelompok manusia yang termasuk penghuni neraka. Belum pernah kulihat mereka sebelumnya: Kaum yang membawa cemeti bagaikan ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia; dan wanita berbusana tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, menarik perhatian orang, diatas kepala mereka terdapat bagaikan punuk unta, mereka (para wanita) itu tidak akan memasuki surga dan tidak akan mencium baunya surga, sedangkan baunya surga itu dapat dicium sejarak 70 tahun.” (Hadits Riwayat Al Imaam Muslim) —– (21)

Karena itu, bagi para Wali wanita hendaknya menyadari sepenuhnya tentang tanggung jawab mereka terhadap Allooh سبحانه وتعالى berkaitan dengan Syari’at-Nya tentang para wanita yang berada dibawah tanggungjawabnya.

Para wanita adalah Ibu-Ibu dari laki-laki,
Para wanita adalah sebagian besar dalam masyarakat ini,
Para wanita adalah madrosah dan murobbiyyah (pendidik) bagi kita dan generasi kita sekalian….

Jika mereka kita benahi, kita didik, kita bimbing, kita awasi dan kita tuntun menjadi para wanita yang shoolihah; niscaya generasi kita mendatang, bangsa dan negeri ini dimasa yang akan datang akan menjadi lebih baik dan diberkahi Allooh سبحانه وتعالى.

Maka, sekali lagi, perhatikanlah para wanita yang kita miliki agar mereka itu menjadi para wanita yang shoolihah; dan janganlah kita menjadi apriori atau menyepelekan perkara ini.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Wahai kaum muslimin, muslimat, mukminin, mukminat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى….

Sebagai penutup, Khotib ingin mengingatkan dengan janji Allooh سبحانه وتعالى:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (41) قُلْ سِيرُوا فِي الأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ (42)الروم

Artinya:
(41) “Telah NAMPAK KERUSAKAN DI DARAT DAN DI LAUT disebabkan karena PERBUATAN TANGAN MANUSIA, supaya Allooh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, AGAR MEREKA KEMBALI (KE JALAN YANG BENAR).”
(42) “Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allooh).” (QS. Ar Ruum (30) ayat 41-42) —– (22)

Juga firman Allah سبحانه وتعالى:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ (96) أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتاً وَهُمْ نَآئِمُونَ (97) أَوَ أَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللَّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99) الأعراف

Artinya:
(96) “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri BERIMAN dan BERTAQWA, pastilah Kami akan MELIMPAHKAN kepada mereka BERKAH DARI LANGIT DAN BUMI, TETAPI MEREKA MENDUSTAKAN (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
(97) “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
(98) “Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
(99) “Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allooh (yang tidak terduga-duga) ? Tiada yang merasa aman dari adzab Allooh, kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’roof (7) ayat 96-99) —– (23)

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت
أستغفرك وأتوب إليك

[1]At Turmudzy, Sunan At Turmudzy, Riyaadh: Al Ma’aarif, I, 1417 H, 534 no: 2376

[2]Al Qur’an dan Terjemahannya, Semarang: Asy Syifa, tahun 2000, 128.

[31]Al Qur’an dan Terjemahannya, 227.

[4]Muslim, Shohiih Muslim, Beirut: Daar Al Kutubil Ilmiyyah, 1, 1412 H / 1991 M, 223 no: 262

[5]Al Qur’an dan Terjemahannya, 70.

[6]Al Qur’an dan Terjemahannya, 133.

[7]Al Laalika’i, Syarh Ushuul ‘Itiqod Ahlus Sunnati Wal Jama’ah, Riyaadh: Daar Thoyyibah, ed IV, 1414 H / 1995 M, 1/7

[8]Asy Syaatibi, Al I’tishoom, Beirut: Daar Al Kutubil Ilmiyyah, 1, 1408 H / 1988 M, 2/87

[9]Al Qur’an dan Terjemahannya, 426.

[10]Al Qur’an dan Terjemahannya, 1150.

[11]Al Qur’an dan Terjemahannya, 784.

[12]Al Qur’an dan Terjemahannya, 61.

[13]Al Bukhoory, Shohiih Al Bukhoory, Beirut: Daar Ibnu Katsiir, 1, 1423 H / 2002 M, 1/19

[14]Al Munajjid, At Taqwa, Khubar KSA: Majmuu’at Zaad, 1, 1430 H / 2009, 8

[15]Al Munajjid, At Taqwa, 8

[16]Al Munajjid, At Taqwa, 8

[17]Al Qur’an dan Terjemahannya, 933.

[18]Al Qur’an dan Terjemahannya, 942.

[19]Al Bukhoory, Shohiih Al Bukhoory, Beirut: Daar Ibnu Katsiir, 1, 1423 H / 2002 M 740, no: 3006 dan Muslim, Shohiih Muslim, Beirut: Daar Al Kutubil Ilmiyyah, 1, 1412 H / 1991 M, 978no: 1341

[20]At Turmudzy, Sunan At Turmudzy, Riyaadh:Maktabah Al Ma’aarif, 1, 1417 H, 625no: 2786

[21] Muslim, Shohiih Muslim, Beirut: Daar Al Kutubil Ilmiyyah, 1, 1412 H / 1991 M, 1680no: 2128

[22]Al Qur’an dan Terjemahannya, 904.

[23]Al Qur’an dan Terjemahannya, 342.

—–oOo—–

Silakan download PDF (artikel ceramah) :  Nasehat Romadhon Untuk Bangsa FNL

—–oOo—–

Silakan menyimak Audio Ceramah Khutbah ‘Iedul Fithr 1434 HNasehat Romadhoon untuk Bangsa” :

Download:

Khutbah ‘Iedul Fithr 1434 H: Nasehat Romadhoon untuk Bangsa, Bagian-1

Khutbah ‘Iedul Fithr 1434 H: Nasehat Romadhoon untuk Bangsa, Bagian-2

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: