Skip to content

Waspadalah !!!

1 December 2013

Berapa banyak orang yang takut mati, lalu dia sedemikian gigihnya berusaha untuk mencegah kematian itu; bahkan “menyambung hidup” dengan berbagai cara termasuk dengan mencangkok organ tubuhnya.

Berapa banyak orang yang tidak ingin sakit, lalu jauh-jauh hari sebelum penyakit itu tiba, maka mereka mengimunisasi diri, bahkan berpropaganda agar jangan melalukan perkara yang menyebabkan dirinya sakit.

Termasuk, agar tidak miskin maka berbagai upaya dilakukan. Bukan saja dengan cara menumpuk harta dengan alasan menjelang masa depan, walaupun dilakukannya dengan korupsi, dengan mencuri, dan menghalalkan cara lainnya.

Melalui audio suara ini, saya tidak akan berbicara tentang hal itu, tetapi malah berbicara tentang hal yang lebih penting dari semua itu. Bukan saja kesusahan yang orang lari dari kesusahan itu di dunia, tetapi juga semestinya yang harus dipahami bahwa ada suatu kesusahan yang sangat dahsyat, bahkan akan menjadi abadi. Sengsara penuh nista, penderitaan tak berujung tiada tara. Penderitaan itu adalah penderitaan hari akherat. Penderitaan yang harus kita cegah bahkan sejak manusia belum baligh, apalagi bagi seseorang yang sudah berusia senja, redup, lalu sebentar lagi mentari kan terbenam lalu dipendamlah dirinya dalam kuburan yang menjadi awal dari perjalanannya menuju hari akherat.

Sudahkah kita menjaga diri dari kekufuran?
Sudahkah kita menjaga diri dari kefasiqan, dari kemunafikan dan kesyirikan; serta berbagai kemunkaran lainnya?
Yang jika semua itu, atau salah satu dari itu ada pada diri kita, maka tak ada guna semua apa yang bertumpuk pada rekening tabungan kita, pada harta dan benda kita.

Begitu pula jika kita mendiamkan semua itu, atau salah satu dari itu, maka kita pun akan tergabung dipendam beserta orang-orang yang melakukan semua itu, atau salah satu dari itu.

Ingat wahai saudara-saudaraku kaum Muslimin, di dunia ini ada 2 jalan.
Jalan yang harus menjadi pilihan untuk ditempuh, betapapun resiko itu menghadang diri kita. Tetapi akhir perjalanan adalah berkah dan ridho Penguasa Semesta Alam, Allooh Azza wa Jalla. Dia adalah berupa Syari’at yang harus diyakini kebenarannya, dipelajari, dipahami, diterapkan dan diserukan serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Tetapi ada yang tidak boleh dilupa, dia adalah pilihan yang kedua. Pilihan yang hendaknya ditinggalkan, diabaikan, tidak ditoleh, bahkan justru harus diingkari serta setiap kita dan orang setelah kita harus terimunisasi daripadanya.
Dia adalah berupa Larangan yang setelah kita tahu, lalu hendaknya kita tinggalkan, kita tidak boleh tergoda dengannya, dan kita harus memberi tahu orang lain agar tidak melakukannya. Bahkan secara pribadi maupun bergotong royong, harus terjalin kerjasama untuk menumpas dan mengingkarinya.

Selamat menyimak !

Download:

Waspadalah, Bagian-1

Waspadalah, Bagian-2

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: