Skip to content

AUDIO: Amalan-Amalan Jahiliyyah

22 July 2013

Mungkin diantara pengendara motor / mobil yang memasuki jalur busway, pernah membaca: “Zaman gini masih melanggar aturan, apa kata dunia?

Jahiliyyah itu disebut “Jahiliyyah” adalah karena dia suatu kultur, keadaan, kehidupan dalam berbagai pola dan adat kebiasaan manusia pada saat Rosuulullooh Muhammad صلى الله عليه وسلم belum diangkat menjadi Nabi dan Rosuul, sehingga amalan-amalan mereka yang kemudian menjadi sorotan dan bidikan dakwah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah disebut dengan “Amalan Jahiliyyah”.

Setelah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم diutus menjadi Nabi dan Rosuul, lalu beliau صلى الله عليه وسلم menjelaskan, menyerukan, meluruskan dan mengajak, menyuruh dan melarang; maka perkara-perkara Jahiliyyah itu tidak lagi diikuti, tidak lagi dibiasakan apalagi diwariskan oleh mereka orang-orang yang mengimani, membenarkan dan mengikuti serta mencontoh Nabi dan Rosuulullooh Muhammadصلى الله عليه وسلم. Hal itu merupakan mata rantai yang tidak terputus hingga masa kini, bahkan hingga akhir zaman. Read more…

AUDIO: Pembangunan Karakter Bangsa melalui Romadhoon

22 July 2013

Kita mengetahui bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya aku tidak diutus, melainkan untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.”

Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم juga bersabda bahwa, “Terbanyak manusia masuk surga adalah:
1) Bertaqwa kepada Allooh سبحانه وتعالى
2) Berakhlaq yang mulia.”

Juga Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaqnya.”

Betapa indahnya pantunan sabda-sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم diatas. Betapapun kenyataannya tidak sedikit daripada kaum muslimin, jangankan yang bodoh, atau kurang berilmu, atau kurang berpendidikan; bahkan mereka orang yang pintar, terpelajar, bahkan menyandang sederet gelar akademis atau yang bilangan usianya telah lanjut sekalipun, tidak sedikit dari mereka itu bukan saja sekedar berakhlaq yang tidak baik, tetapi justru mencemarkan nama baik Islam. Bahkan menanam dan menumbuh suburkan nilai-nilai buruk yang jauh dari makna mendidik, terutama bagi mereka para belia dimana mereka itu kita harapkan di masa sekarang atau di masa depan akan menjadi pelanjut bangsa.

Kejujuran menjadi sulit didapat, premanisme menjadi sulit dihindari, egoisme tumbuh dimana-mana, buta mata hati dan nurani menjadi bagian yang berpengaruh bagi tumbuhnya akhlaq-akhlaq yang buruk nan tercela. Read more…

AUDIO: Pembatal Laa Ilaaha Illallooh (Kajian-1)

17 July 2013

Banyak yang tidak menyadari bahwa Syahadat “Laa Ilaaha Illallooh Muhammadur Rosuulullooh” bisa menjadi batal, seperti halnya terjadi pada Wudhu, Sholat, Shoum dan Haji. Dan hal ini adalah sisi kekeliruan yang harus segera dibangkitkan kesadarannya, agar merasakan bahaya yang menantang bahkan sebenarnya lebih berbahaya dari sekedar batal Wudhu, batal Sholat, batal Shoum dan batal Haji sebagaimana tersebut diatas karena batalnya seseorang dari Syahadat berdampak pada Murtad, dimana dia kembali menjadi orang Kaafir dan bukan Muslim lagi. Yang semua itu berarti akan memastikan kesia-siaan Ibadah-ibadah diatas, dan akan menyebabkan lenyapnya amalan, bahkan berkonsekwensi pada sanksi Murtad. Read more…

AUDIO: Syarat Laa Ilaaha Illallooh (kajian-8 / Dauroh)

3 July 2013

Setiap kita mengetahui dan meyakini bahwa LAA ILAAHA ILLALLOOH adalah gerbang menuju Islamnya seseorang. Tanpa itu seseorang bukanlah seorang Muslim. Jangankan yang tidak mengucapkannya, orang yang mengucapkannya pun jika dia tidak konsekwen dengan apa yang menjadi makna, kandungan dan konsekwensinya; maka walaupun dia mengatakannya beribu atau berjuta kali sekalipun tetapi perkataannya itu adalah bagaikan buih diatas air. Hampa, tak berbeban. Read more…

Memahami Rukun Kalimat Tauhiid “Laa Ilaaha Illallooh”

21 June 2013

(Ringkasan Transkrip Ceramah Ar Rusydu – Seri Kajian Tauhiid)

MEMAHAMI RUKUN KALIMAT TAUHIID “LAA ILAAHA ILLALLOOH”
oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

Memahami Kalimat Laa Ilaaha Illallooh

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Betapa banyak kaum Muslimin yang mewiridkan kalimat Tauhiid ini sehari-harinya; namun perkataan, sikap dan perilakunya justru bertolak belakang dengan kalimat yang meluncur beribu-ribu kali dari mulutnya tersebut. Pada hakekatnya hal itu adalah karena minimnya pemahaman dirinya terhadap makna, kandungan serta konsekwensi yang terdapat didalam kalimat yang agung ini. Oleh karena itu, marilah kita bahas kalimat Tauhiid “Laa Ilaaha Illallooh” dalam kajian ini, mudah-mudahan dengan memahaminya secara benar maka kaum Muslimin dapat memperbaiki serta meluruskan keimanannya kepada Allooh سبحانه وتعالى.

Al Imaam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah رحمه الله didalam Kitabnya yang berjudul “Zaadul Ma’adJilid 1 halaman 36 telah memaparkan urgensi / kedudukan kalimatAku bersumpah bahwa tidak ada tuhan yang berhaq untuk diibadahi dengan sebenar-benarnya, kecuali hanyalah Allooh” (“Laa Ilaaha Illallooh”) Read more…

AUDIO: Hakekat Makna Laa Ilaaha Illallooh

14 June 2013

Laa Ilaaha Illallooh” tidak asing pada mulut dan telinga kita. Berapa banyak orang yang mewiridkan “Laa Ilaaha Illallooh”, baik secara sirri (perlahan) maupun berteriak-teriak di speaker-speaker masjid dengan suara keras dan lantang.

“Laa Ilaaha Illallooh” bagi orang yang akan masuk menjadi seorang Muslim, karena sebelumnya dia kaafir lalu Allooh سبحانه وتعالى beri dia hidayah, maka gerbangnya adalah kalimat ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana kalimat ini berdampak pada orang yang menyatakan dan mengucapkannya. Read more…

AUDIO: Syarat Laa Ilaaha Illallooh (kajian-7)

12 June 2013

Setiap kita mengetahui dan meyakini bahwa LAA ILAAHA ILLALLOOH adalah gerbang menuju Islamnya seseorang. Tanpa itu seseorang bukanlah seorang Muslim. Jangankan yang tidak mengucapkannya, orang yang mengucapkannya pun jika dia tidak konsekwen dengan apa yang menjadi makna, kandungan dan konsekwensinya; maka walaupun dia mengatakannya beribu atau berjuta kali sekalipun tetapi perkataannya itu adalah bagaikan buih diatas air. Hampa, tak berbeban. Read more…

Kerusakan-Kerusakan Akibat (Acara) Televisi dan Parabola

30 May 2013

(Transkrip Ceramah AQI 210113) – Seri Kajian: “Yahudi & Media Massa

KERUSAKAN-KERUSAKAN AKIBAT (ACARA) TELEVISI DAN PARABOLA
oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

Kerusakan Akibat TV & Parabola

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebagai kelanjutan dari bahasan tentang “Yahudi dan Media Massa” maka pada kesempatan kali ini, kita akan bahas tentang “Kerusakan-Kerusakan akibat (Acara) Televisi dan Parabola”.

Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Abdil Wahab Al Wishabi Al ‘Abdali telah membahas bahwa ada tidak kurang dari 201 macam kerusakan yang terjadi pada manusia yang diakibatkan oleh (Acara) Televisi dalam Kitab kecilnya yang berjudul “Mafaasid At Tilfaaz Wad Dusy(Kerusakan Televisi dan Parabola). Kitab yang terdiri dari 41 halaman tersebut ditulis pada tahun 1430 H (2009 M). Kita tidak akan membahas keseluruhannya dalam majelis ini akibat keterbatasan waktu, namun akan dikaji sebagian dari poin-poin yang ada. Read more…

AUDIO: Syarat Laa Ilaaha Illallooh (kajian-4, kajian-5 & kajian-6)

14 May 2013

Setiap kita mengetahui dan meyakini bahwa LAA ILAAHA ILLALLOOH adalah gerbang menuju Islamnya seseorang. Tanpa itu seseorang bukanlah seorang Muslim. Jangankan yang tidak mengucapkannya, orang yang mengucapkannya pun jika dia tidak konsekwen dengan apa yang menjadi makna, kandungan dan konsekwensinya; maka walaupun dia mengatakannya beribu atau berjuta kali sekalipun tetapi perkataannya itu adalah bagaikan buih diatas air. Hampa, tak berbeban. Read more…