Skip to content

Memahami Rukun Kalimat Tauhiid “Laa Ilaaha Illallooh”

21 June 2013

(Ringkasan Transkrip Ceramah Ar Rusydu – Seri Kajian Tauhiid)

MEMAHAMI RUKUN KALIMAT TAUHIID “LAA ILAAHA ILLALLOOH”
oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

Memahami Kalimat Laa Ilaaha Illallooh

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Betapa banyak kaum Muslimin yang mewiridkan kalimat Tauhiid ini sehari-harinya; namun perkataan, sikap dan perilakunya justru bertolak belakang dengan kalimat yang meluncur beribu-ribu kali dari mulutnya tersebut. Pada hakekatnya hal itu adalah karena minimnya pemahaman dirinya terhadap makna, kandungan serta konsekwensi yang terdapat didalam kalimat yang agung ini. Oleh karena itu, marilah kita bahas kalimat Tauhiid “Laa Ilaaha Illallooh” dalam kajian ini, mudah-mudahan dengan memahaminya secara benar maka kaum Muslimin dapat memperbaiki serta meluruskan keimanannya kepada Allooh سبحانه وتعالى.

Al Imaam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah رحمه الله didalam Kitabnya yang berjudul “Zaadul Ma’adJilid 1 halaman 36 telah memaparkan urgensi / kedudukan kalimatAku bersumpah bahwa tidak ada tuhan yang berhaq untuk diibadahi dengan sebenar-benarnya, kecuali hanyalah Allooh” (“Laa Ilaaha Illallooh”) Read more…

AUDIO: Hakekat Makna Laa Ilaaha Illallooh

14 June 2013

Laa Ilaaha Illallooh” tidak asing pada mulut dan telinga kita. Berapa banyak orang yang mewiridkan “Laa Ilaaha Illallooh”, baik secara sirri (perlahan) maupun berteriak-teriak di speaker-speaker masjid dengan suara keras dan lantang.

“Laa Ilaaha Illallooh” bagi orang yang akan masuk menjadi seorang Muslim, karena sebelumnya dia kaafir lalu Allooh سبحانه وتعالى beri dia hidayah, maka gerbangnya adalah kalimat ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana kalimat ini berdampak pada orang yang menyatakan dan mengucapkannya. Read more…

AUDIO: Syarat Laa Ilaaha Illallooh (kajian-7)

12 June 2013

Setiap kita mengetahui dan meyakini bahwa LAA ILAAHA ILLALLOOH adalah gerbang menuju Islamnya seseorang. Tanpa itu seseorang bukanlah seorang Muslim. Jangankan yang tidak mengucapkannya, orang yang mengucapkannya pun jika dia tidak konsekwen dengan apa yang menjadi makna, kandungan dan konsekwensinya; maka walaupun dia mengatakannya beribu atau berjuta kali sekalipun tetapi perkataannya itu adalah bagaikan buih diatas air. Hampa, tak berbeban. Read more…

Kerusakan-Kerusakan Akibat (Acara) Televisi dan Parabola

30 May 2013

(Transkrip Ceramah AQI 210113) – Seri Kajian: “Yahudi & Media Massa

KERUSAKAN-KERUSAKAN AKIBAT (ACARA) TELEVISI DAN PARABOLA
oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

Kerusakan Akibat TV & Parabola

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebagai kelanjutan dari bahasan tentang “Yahudi dan Media Massa” maka pada kesempatan kali ini, kita akan bahas tentang “Kerusakan-Kerusakan akibat (Acara) Televisi dan Parabola”.

Syaikh Abu Ibrohim Muhammad bin Abdil Wahab Al Wishabi Al ‘Abdali telah membahas bahwa ada tidak kurang dari 201 macam kerusakan yang terjadi pada manusia yang diakibatkan oleh (Acara) Televisi dalam Kitab kecilnya yang berjudul “Mafaasid At Tilfaaz Wad Dusy(Kerusakan Televisi dan Parabola). Kitab yang terdiri dari 41 halaman tersebut ditulis pada tahun 1430 H (2009 M). Kita tidak akan membahas keseluruhannya dalam majelis ini akibat keterbatasan waktu, namun akan dikaji sebagian dari poin-poin yang ada. Read more…

AUDIO: Syarat Laa Ilaaha Illallooh (kajian-4, kajian-5 & kajian-6)

14 May 2013

Setiap kita mengetahui dan meyakini bahwa LAA ILAAHA ILLALLOOH adalah gerbang menuju Islamnya seseorang. Tanpa itu seseorang bukanlah seorang Muslim. Jangankan yang tidak mengucapkannya, orang yang mengucapkannya pun jika dia tidak konsekwen dengan apa yang menjadi makna, kandungan dan konsekwensinya; maka walaupun dia mengatakannya beribu atau berjuta kali sekalipun tetapi perkataannya itu adalah bagaikan buih diatas air. Hampa, tak berbeban. Read more…

Partisipasi Menjadi Muhsinin

14 May 2013

Alhamdulillah, atas izin Allooh سبحانه وتعالى, An Najat telah menyebarkan hampir mencapai 5.000 keping CD MP3 Dakwah (edisi 1 sampai dengan 10) secara Gratis ke berbagai pelosok negeri guna tersebarnya ilmu dan dakwah bagi kaum Muslimin; terutama kaum Muslimin yang berada di daerah-daerah terpencil. Diperuntukkan pula untuk membantu para Ustadz / Khotib / Penceramah agar dapat dipergunakan sebagai bahan bagi mereka dalam berdakwah.

Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam Al Qur’an Surat Fushshilat (41) ayat 33:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya:
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allooh, mengerjakan amal yang shoolih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?

Dengan mengucap puji syukur kepada Allooh سبحانه وتعالى, kali ini pun An Najat telah mempersiapkan materi CD MP3 Dakwah edisi 11-15.

Foto CD11-15
Read more…

AUDIO: Aku Tidak Memiliki Manfaat & Bahaya Kecuali atas Izin Allooh

11 May 2013

Allooh Robbul ‘Aalamiin. Allooh سبحانه وتعالى Pencipta, Penguasa, Pengatur alam semesta.

Allooh سبحانه وتعالى lah yang menghidupkan, dan Allooh سبحانه وتعالى pula lah yang mematikan. Si Fulan lahir hari ini, si Fulan mati hari ini, si Fulan meraih untung hari ini, si Fulan terjatuh dalam kerugian hari ini, si Fulan selamat dari bahaya padahal bisa jadi secara rasio sulit terjadi, si Fulan celaka padahal secara rasio semestinya tidak terjadi, dan seterusnya.

Ketahuilah semua itu terjadi atas KEHENDAK ALLOOH سبحانه وتعالى. Tak kuasa siapa pun untuk melakukan hal itu. Oleh karenanya, jangan terpukau dengan bujuk rayu, tipuan, dan bisikan syaithoon. Jangankan batu, kayu, hewan, jin, orang mati, manusia, orang shoolih, bahkan Nabi, Malaikat pun jika tidak Allooh سبحانه وتعالى kehendaki, maka tidak akan ada yang mampu untuk memberi manfa’at atau mencegah apalagi mengangkat bahaya. Itulah ‘aqiidah kita, ‘aqiidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah. Read more…

AUDIO: Mati Diatas Apa yang Rosuulullooh Mati Diatasnya

28 April 2013

Manusia itu haruslah punya impian (dream). Sebab dari impian itulah terlahir suatu cita-cita. Siapa yang bercita-cita, maka dia harus berjuang mewujudkan cita-citanya. Siapa yang berjuang, maka dia harus siap berkorban.

Demikian pula seorang Muslim yang bertauhid, hendaknya tertancap dalam jiwanya bahwa dia harus menggapai ridho Allooh سبحانه وتعالى, karena jika Allooh سبحانه وتعالى ridho; maka yang akan dia nikmati adalah surga.

Semestinya orang yang demikian, dia punya cita-cita, dia punya garis perjuangan dalam hidupnya, dan dia harus siap berkorban untuk perjuangan. Read more…

AUDIO: Santet

28 April 2013

Santet !
Jika kita dengar kata “Santet”, maka tidak sedikit bahkan diantara kaum Muslimin yang takut dan ketakutan dengannya. Disisi lain, tidak sedikit pula dari mereka, datang kepada Santet dan tukang Santet dengan penuh harapan akan solusi atas masalah yang menghimpitnya.

Ketahuilah, Santet bukan barang baru. Sejak ribuan tahun lalu, Santet telah ada, bahkan berjaya. Tetapi sebenarnya, Muslim yang takut atau berharap pada Santet boleh dibilang “kuno”, “ketinggalan zaman”, “tertinggal”, “primitif”, dan apa kata dunia? Karena Rosuulullooh Muhammad صلى الله عليه وسلم jauh-jauh hari sudah memberitakan tentang adaya Santet. Sudah memberi rambu bahwa Santet adalah kesesatan bahkan kekufuran. Read more…