AUDIO: Berilmu untuk selain Allooh
Mencari ilmu dan mengajar dan menyebarkannya, tidak disangsikan lagi merupakan bentuk pendekatan diri seorang hamba terhadap Allooh سبحانه وتعالى atau disebut Ibadah, dimana pahalanya adalah sangat besar dan mulia. Namun, seimbang dengan imbalan yang dijanjikan yang demikian besar oleh Allooh سبحانه وتعالى, tidak kecil pula resiko yang harus diterimanya sejak dia mencari ilmu hingga dia menjadi seorang Ustadz atau Orang ‘aalim atau Mufti atau bahkan Mujtahid, karena Syaithoon pun tahu bahwa bidang ini adalah bidang yang menyebabkan dia tidak banyak teman didalam neraka. Karena itu, dia tak henti-hentinya Syaithoon berjuang dan berupaya dengan mengerahkan segala kemampuan agar manusia menjadi bodoh, sehingga tidak beribadah atau dia menjadi seorang ‘Aaalim yang Dzoolim, dimana dia dzoolim terhadap Allooh سبحانه وتعالى, dzoolim terhadap Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, dzoolim terhadap manusia, bahkan dzoolim terhadap dirinya sendiri, melalui mencari dan menyebar ilmu bukan karena dan untuk Allooh سبحانه وتعالى, tetapi karena dan untuk selain Allooh سبحانه وتعالى. Read more…
Larangan Bernyanyi (Bermusik) dan Berjoget
(Transkrip Ceramah AQI 180705)
LARANGAN BERNYANYI (BERMUSIK) DAN BERJOGET
Oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Adalah suatu kelemahan dan kejahiilan (kebodohan dalam perkara dien), yang umum terjadi di kalangan ummat Islam, khususnya ummat Islam Indonesia; walaupun mereka menganut dienul Islam dan mengaku sebagai pengikut Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, tetapi sayangnya dalam prakteknya mereka itu melakukan ibadah dan mu’aamalah berdasarkan tradisi nenek moyang dan kebiasaan masyarakat kebanyakan, bukannya berdasarkan ‘ilmu dien. Demikian pula dalam kehidupan keseharian di bidang kesenian dan kebudayaan, mereka mengadopsi kesenian dan kebudayaan tanpa melihat apakah itu sesuai dengan syari’at Islam ataukah tidak. Oleh karena itu, semoga dengan kajian kali ini yang membahas mengenai perkara Bernyanyi dan Berjoget (Al Ghinaa’u War Roqshu), dapat memberikan perubahan bagi kaum muslimin agar mereka dapat kaaffah di bidang kesenian dan kebudayaan. Read more…
AUDIO: Zuhud dan Waro’
Islam adalah ajaran yang penuh dengan kasih sayang, kehati-hatian, mengajarkan kesucian jiwa, mengajarkan tentang kelurusan perilaku; bukan saja terhadap Pencipta, atau alam semesta, atatu sesama, tetapi bahkan terhadap individu itu sendiri.
Islam membenci rakus dan mengajarkan qona’ah, zuhud (hidup sederhana), juga mengajarkan waro’ (kehati-hatian); agar manusia bermartabat dan mulia disisi Penciptanya. Read more…
AUDIO: Wasiat Imaam Syaafi’iy rohimahullooh tentang ‘Aqiidah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah
Imaam Muhammad bin Idriis Asy Syaafi’iy رحمه الله dikenal di kebanyakan pengikut madzab Syaafi’iy adalah tokoh madzab dalam Fiqih, dan jarang atau bahkan tidak kita temukan Al Imaam Asy Syaafi’iy رحمه الله ini ditonjolkan dalam paham, sikap dan pendirian beliau رحمه الله dari sisi ‘Aqiidah. Read more…
Tanaman Obat Keluarga Bagian-4
TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) Bagian-4
Seorang muslim, disamping lurus aqidahnya, ibadahnya maupun amalan-amalannya sesuai aturan Allooh سبحانه وتعالى dan mengikuti tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, juga hendaknya memelihara kesehatan tubuhnya yang merupakan anugrah Allooh سبحانه وتعالى tersebut dengan apa-apa yang halal dan thoyyib. Read more…
Kekeliruan dalam Wudhu’, Mandi Wajib dan Adzan
(Transkrip Ceramah AQI 040605)
AL BID’AH:
KEKELIRUAN DALAM WUDHU’, MANDI WAJIB DAN ADZAN
Oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas tentang Al Bid’ah dalam ibadah keseharian kita, terutama perkara-perkara Bid’ah yang berkaitan dengan Sholat Lima Waktu, di dalam perkara Wudhu’ dan Mandi Wajib atau Thohaaroh (Bersuci) dan Adzan. Kitab yang dipakai sebagai acuan adalah As Sunan Wal Mubtada’aat yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, dan dalam beberapa masalah tertentu kita akan merujuk pada apa yang ditulis oleh Imaam Jalaaluddin As Suyuuthi رحمه الله dalam Kitab beliau رحمه الله yakni Al Amru bil Ittiba’ Wan Nahyu ‘Anil Ibtidaa’. Read more…
Faktor-Faktor Penyebab Muncul dan Maraknya Bid’ah
(Transkrip Ceramah AQI 140305)
AL-BID’AH:
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MUNCUL DAN MARAKNYA BID’AH
Oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allõh سبحانه وتعالى,
Pembahasan kita masih merupakan kelanjutan dari bahasan-bahasan kita yang lalu mengenai Al Bid’ah, dan kali ini in syã Allõh akan kita bahas tentang “Faktor-Faktor yang Menyebabkan Muncul dan Maraknya Bid’ah”.
Kalau kita kembali kepada isyarat yang telah disampaikan oleh Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم, ternyata munculnya Bid’ah itu bukanlah sesuatu yang aneh. Karena sekitar 1400-an tahun yang lalu, Rosũlullõh صلى الله عليه وسلم telah bersabda kepada kita, sebagaimana yang diriwayatkan oleh para ‘Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamã’ah, antara lain yakni Al Imãm Al Khothĩb Al Baghdãdy رحمه الله didalam Kitabnya “Syarah Ashhãbil Hadĩts”. Read more…
Etika Berdoa pada Allooh
(Transkrip Ceramah AQI 080506)
AADAABUD DU’A
(TATACARA & ETIKA BERDO’A PADA ALLOOH سبحانه وتعالى)
Oleh : Ust. Achmad Rofi’i, Lc.
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Kita tahu dan sadar bahwa Ad Du’a atau Do’a (dalam bahasa Indonesia) disebut meminta, memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى. Berdo’a adalah tergolong dalam kategori Ibadah. Dalam Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 1481, Imaam At Turmudzy no: 2969 dan Imaam Ibnu Maajah no: 3828 yang dishohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany, dari Shohabat Nu’maan Ibnu Basyiir رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda kepada kita,
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
Artinya:
“Do’a adalah Ibadah”
Kalau Do’a adalah Ibadah, maka kita nyaris terkena suatu hukum bahwa orang yang tidak berdo’a kepada Allooh سبحانه وتعالى berarti adalah orang yang telah mengenyampingkan, menyelewengkan tugasnya dalam hidup ini. Read more…





